Logo Bloomberg Technoz

Pemerintah Kerek RKAB Batu Bara 2026, Berharap Windfall Profit

Dovana Hasiana
20 March 2026 08:00

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto usai bertemu dengan Prabowo Subianto di Kertanegara, Senin (14/10/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto usai bertemu dengan Prabowo Subianto di Kertanegara, Senin (14/10/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah bakal mengerek kembali kuota produksi batu bara tahun ini untuk menambal defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Manuver itu belakangan didorong seiring dengan menguatnya harga batu bara di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah.

Rencana itu sekaligus menganulir kebijakan otoritas mineral dan batu bara yang ingin memangkas produksi dalam rencana kerja dan anggaran belanja (RKAB) 2026.


“Bapak presiden meminta agar volume dari pada produksi batu bara bisa ditingkatkan, artinya akan ada perbaikan terkait dengan RKAB,” kata Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Kamis (19/3/2026).

Airlangga berharap upaya perbaikan RKAB batu bara itu bisa mengerek penerimaan negara di tengah kecenderungan menguatnya harga komoditas emas hitam itu belakangan.