Dalam sebuah kejutan bagi para pengamat, Powell memberikan pernyataan tegas mengenai masa depannya. Ia menyatakan "tidak berniat" mengundurkan diri dari Dewan Gubernur Fed sampai investigasi Departemen Kehakiman (DOJ) terkait proyek renovasi gedung "benar-benar tuntas."
Ia menambahkan, jika penggantinya belum dikonfirmasi oleh Senat saat masa jabatannya sebagai Gubernur berakhir pada Mei mendatang, ia bersedia menjabat sebagai Gubernur Pro Tempore (sementara). Sebagai informasi, masa jabatan Powell sebagai anggota dewan gubernur baru akan berakhir pada Januari 2028.
Ia menambahkan belum memutuskan apakah akan mundur setelah penyelidikan tersebut ditutup.
Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memberikan suara 11 banding 1 untuk menahan suku bunga di kisaran 3,5% hingga 3,75%. Deputi Gubernur Stephen Miran menjadi satu-satunya yang menolak dan mendesak pemangkasan sebesar 25 basis poin.
Baik dalam pernyataan resmi maupun konferensi pers, otoritas moneter AS ini menggarisbawahi besarnya ketidakpastian akibat konflik Timur Tengah. "Terlalu dini untuk mengetahui cakupan dan durasi dampak potensialnya terhadap ekonomi," kata Powell. "Satu hal yang ingin saya tekankan adalah, tidak ada yang tahu pasti."
Terkait lonjakan harga minyak, Powell mengakui bahwa bank sentral biasanya tidak menaikkan bunga saat harga energi melompat karena dampaknya seringkali bersifat sementara. Namun, pendekatan itu bergantung pada kepercayaan publik bahwa inflasi akan kembali ke target 2%. Masalahnya, inflasi di AS telah berada di atas target tersebut selama lima tahun terakhir.
Powell menyebut komite kembali membahas kemungkinan bahwa langkah kebijakan berikutnya bisa berupa kenaikan suku bunga, namun menambahkan bahwa “mayoritas besar peserta tidak melihat itu sebagai skenario utama.”
Penahanan Suku Bunga Kedua Berturut-turut
Keputusan ini menandai kali kedua The Fed menahan suku bunga secara berturut-turut. Kondisi ekonomi telah berubah drastis sejak pertemuan Januari lalu. Laporan lapangan kerja Februari yang lemah memicu keraguan atas stabilitas pasar tenaga kerja. Ditambah lagi, serangan AS-Israel ke Iran yang dimulai 28 Februari telah melambungkan harga minyak dunia, yang mengancam pertumbuhan sekaligus memicu inflasi.
Para pejabat menghapus pernyataan dalam rilis Januari yang menyebut pasar tenaga kerja menunjukkan tanda-tanda stabilisasi. Sebagai gantinya, mereka menyatakan tingkat pengangguran “relatif tidak berubah dalam beberapa bulan terakhir.”
Investor merespons perang dengan mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga pada 2026, meski masih memperkirakan satu kali penurunan hingga akhir tahun, berdasarkan kontrak berjangka suku bunga. Presiden Donald Trump pada Senin bahkan menyerukan penurunan suku bunga segera.
Dalam proyeksi terbaru, para pejabat tetap memperkirakan satu kali pemangkasan suku bunga seperempat poin pada 2026 dan satu lagi pada 2027. Tidak ada pembuat kebijakan yang mengindikasikan preferensi untuk menaikkan suku bunga tahun ini.
Para pejabat juga sedikit menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2026 menjadi 2,4% dari sebelumnya 2,3%. Sementara itu, proyeksi tingkat pengangguran tetap di 4,4% pada akhir 2026.
Penyelidikan DOJ
Penyelidikan oleh Department of Justice yang mendorong Powell untuk tetap bertahan di The Fed setelah masa jabatannya sebagai ketua berakhir juga turut menghambat penunjukan penggantinya.
Trump telah mencalonkan mantan gubernur The Fed Kevin Warsh sebagai ketua baru. Namun, seorang senator kunci dari Partai Republik—yang menilai penyelidikan DOJ bermotif politik—berjanji akan memblokir konfirmasi Warsh selama penyelidikan masih berlangsung.
Pekan lalu, hakim distrik AS James Boasberg membatalkan surat panggilan DOJ yang ditujukan kepada Powell dan The Fed, dengan menyatakan pemerintah tidak memiliki bukti yang cukup untuk membenarkannya. Namun, Jaksa AS Jeanine Pirro berjanji akan mengajukan banding, sehingga pencalonan Warsh masih berada dalam ketidakpastian.
(bbn)
























