Logo Bloomberg Technoz

“Kita belum ada pembatasan. Itu baik yang dilakukan oleh pemerintah pusat, itu juga oleh pemerintah daerah. Jadi, kalau itu ada pembatasan, akan menimbulkan panik baik. Jadi, kita mengharapkan ketersediaan BBM bagi masyarakat itu bisa terpenuhi dari Sabang sampai dengan Merauke,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Mars Ega Legowo Putra menyatakan perseroan sudah menyiapkan stok BBM untuk Idulfitri sejak satu bulan yang lalu.

Saat ini, kata dia, Pertamina juga terus mempertebal stok BBM dengan melakukan pengadaan baru dan mendapatkan stok hasil olahan kilang Pertamina.

“Jadi masyarakat kita perlu panik, ketersediaan energi cukup untuk Ramadan Idulfitri, untuk mudik maupun nanti arus balik. BBM cukup, dalam konteks cukup ini kita berada di level di atas stok rata-rata operasional kita,” kata Mars Ega dalam kesempatan yang sama.

Sebelumnya, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun memprediksi konsumsi BBM jenis bensin bakal melonjak hingga 12% pada momen Idulfitri 2026. Sementara itu, permintaan BBM jenis solar atau diesel atau gasoil, diprediksi melandai hingga 14,5%.

Roberth mengungkapkan peningkatan konsumsi BBM jenis bensin tersebut berpotensi terjadi gegara tingginya mobilitas masyarakat.

Sementara itu, penurunan konsumsi BBM jenis diesel diprediksi terjadi gegara pembatasan angkutan berat selama periode Lebaran 2026.

“Pertalite, Pertamax, dan jenis gasoline [bensin] lainnya mengalami peningkatan sekitar 12% dari konsumsi normal yang ada. Kemudian justru berkebalikan dengan produk grup gasoil ini sejenis solar, justru mengalami reduksi ataupun penurunan sekitar 14,5%,” kata Robeth kepada awak media di kawasan Jakarta Pusat, awal bulan ini.

Sementara itu, penyaluran gas minyak cair atau liquified petroleum gas (LPG) diprediksi mengalami kenaikan sekitar 4% dari hari normal.

Lalu, permintaan avtur diprediksi naik hingga 2,8%, sedangkan minyak tanah atau kerosin, diprediksi mengalami kenaikan konsumsi hingga 4,2%.

Roberth menyebut Pertamina memprediksi puncak arus pergi terjadi dalam dua gelombang, yakni gelombang pertama pada 14—15 Maret 2026 dan gelombang kedua pada 18—19 Maret 2026.

Arus balik diperkirakan terjadi dalam dua tahap yaitu 24—5 Maret 2026 dan 28—29 Maret 2026.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melaporkan stok bahan bakar minyak (BBM) Indonesia per 13 Maret 2026 atau menjelang hari raya Idulfitri 2026 berada di atas standar minimum nasional yang ditetapkan sebesar 21–23 hari.

Dalam sidang kabinet paripurna, Bahlil melaporkan bahwa Pertalite (RON 90) memiliki ketahanan stok nasional atau coverage days (CD) sebesar 24,39 hari, berada di atas batas minimum 18,2 hari.

“Bapak Presiden kami laporkan bahwa ini adalah kondisi BBM kita sekarang. Jadi untuk pertalite, RON 90 ini yang bensin subsidi. Itu cadangan kita adalah 24,39 hari, batas melampaui batas minimal dari apa yang direncanakan oleh nasional kita,” kata Bahlil di Kantor Presiden, Istana Negara, Jumat (13/3/2026).

Untuk Pertamax (RON 92), Bahlil mengungkap ketahanan stok nasional tercatat 28,75 hari atau lebih tinggi dari batas minimum 19,9 hari. Sementara Pertamax Turbo (RON 98) dilaporkan memiliki ketahanan stok 31,32 hari, melampaui batas minimum 22,3 hari.

Lebih lanjut, pada BBM jenis Solar (CN 48) ketahanan stok nasional tercatat 16,41 hari, sedikit di atas batas minimum 16,3 hari. Sedangkan Pertamina Dex (CN 53) Bahlil menyatakan memiliki ketahanan stok mencapai 46,05 hari, jauh di atas batas minimum 24,9 hari.

Untuk bahan bakar penerbangan avtur, ketahanan stok nasional tercatat 38,15 hari atau melampaui batas minimum 26 hari.

Sementara itu, untuk gas minyak cair atau liquified petroleum gas (LPG), ketahanan stok nasional mencapai 15,66 hari di atas batas minimum 11,4 hari.

Kemudian, minyak tanah atau kerosin memiliki ketahanan stok nasional sebesar 23,15 hari.

(lav)

No more pages