Logo Bloomberg Technoz

Namun stagnasi ini sudah membaik, karena harga emas dunia sempat turun empat hari beruntun. Tidak ada koreksi lima hari beruntun, dan ini sepertinya menjadi angin segar yang mengerek harga emas Antam.

Investor sedang memasang mode wait and see. Satu yang ditunggu pelaku pasar adalah keputusan rapat Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve yang akan diumumkan Kamis (19/3/2026) dini hari waktu Indonesia.

Konsensus pasar yang dihimpun Bloomberg memperkirakan Gubernur Jerome ‘Jay’ Powell dan kolega akan mempertahankan suku bunga acuan di 3,5-3,75%. Namun investor menantikan sikap dan posisi The Fed terkait lonjakan harga minyak akibat perang di Timur Tengah.

Kenaikan harga minyak mentah pada gilirannya akan ikut mengerek harga bahan bakar minyak (BBM). Ini akan membuat risiko inflasi menjadi sangat nyata, dan mempengaruhi arah kebijakan moneter. Ruang penurunan suku bunga acuan sepertinya kian sempit.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga masih tinggi.

(aji)

No more pages