Logo Bloomberg Technoz

“Astra ingin menjadi pohon rindang—tidak hanya tumbuh kuat, tetapi juga mampu menaungi dan memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya,” katanya.

Filosofi tersebut berakar dari nilai Catur Dharma yang diwariskan oleh pendiri Astra, William Soeryadjaya. Hingga saat ini, nilai tersebut tetap menjadi pedoman utama dalam setiap pengambilan keputusan perusahaan.

Djony menekankan bahwa nilai tersebut tidak berhenti sebagai konsep, melainkan benar-benar diterapkan dalam aktivitas sehari-hari di seluruh lini organisasi.

“Catur Dharma bukan sekadar prinsip yang tertulis, tetapi nilai yang dihidupi dalam setiap keputusan, setiap kerja sama, dan setiap langkah perusahaan,” imbuhnya.

Implementasi nilai ini kemudian diterjemahkan dalam strategi bisnis melalui kerangka 3P Roadmap yang mencakup Portfolio, People, dan Public Contribution. Kerangka ini dirancang untuk menjaga keseimbangan antara kinerja bisnis dan keberlanjutan jangka panjang.

Penguatan SDM dan Strategi Bisnis

Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro (kedua kiri), Direksi Astra, beserta Eksekutif Astra dalam perayaan HUT ke-69 Astra pada 20 Februari 2026.(Dok. Astra)

Selain nilai perusahaan, Astra juga menempatkan sumber daya manusia sebagai pilar utama dalam menjaga keberlanjutan bisnis. Djony menyebut bahwa kekuatan utama Astra terletak pada kualitas dan karakter insan di dalamnya.

“People menjadi kekuatan Grup Astra. Kita harus terus mencari dan mengembangkan talenta-talenta baru dan mempersiapkan pemimpin yang memiliki kemampuan serta karakter yang baik,” katanya.

Astra secara konsisten menjalankan berbagai program pengembangan kepemimpinan, termasuk rotasi lintas bisnis dan penugasan strategis. Upaya ini dilakukan untuk membentuk pemimpin masa depan yang adaptif dan memiliki pengalaman luas.

Djony juga menegaskan bahwa proses regenerasi kepemimpinan dilakukan secara sistematis dan terencana, bukan secara instan. Hal ini menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan organisasi.

“Proses suksesi kepemimpinan kita persiapkan beberapa tahun sebelumnya secara terencana untuk memastikan keberlanjutan kepemimpinan,” ujarnya.

Dari sisi kinerja, Astra mencatat pertumbuhan yang solid dalam enam tahun terakhir. Laba bersih perusahaan meningkat signifikan dari Rp16,2 triliun pada 2020 menjadi Rp32,8 triliun pada 2025.

Pertumbuhan ini didukung oleh ekspansi portofolio bisnis yang kini mencakup 321 entitas anak usaha, meningkat dari 236 perusahaan pada 2020. Selain itu, Astra juga didukung oleh lebih dari 190.000 karyawan di berbagai sektor usaha.

Djony mengakui bahwa perjalanan tersebut tidak lepas dari tantangan besar, terutama saat pandemi COVID-19 yang memberikan tekanan signifikan terhadap hampir seluruh sektor bisnis.

“Pada tahun 2020, pandemi COVID-19 secara signifikan mendisrupsi perekonomian global maupun domestik dan mengubah lanskap bisnis secara keseluruhan,” katanya.

Namun, Astra mampu melewati masa tersebut dengan mengandalkan diversifikasi bisnis dan penguatan sinergi antarunit usaha. Strategi ini terbukti mampu menjaga stabilitas kinerja perusahaan.

“Kemampuan Grup untuk bertahan dan berkembang didukung oleh portofolio bisnis yang terdiversifikasi secara terukur, pengalaman operasional puluhan tahun, serta komitmen yang konsisten dalam menjaga kualitas produk dan layanan,” ujarnya.

Ke depan, Astra akan terus memperkuat portofolio melalui tiga pendekatan utama, yakni optimalisasi bisnis saat ini, pengembangan lini bisnis terkait, serta ekspansi ke sektor baru secara selektif.

“Kinerja yang baik tidaklah cukup. Kinerja tersebut harus terus bertumbuh. Untuk itu kita membutuhkan tumpuan baru ke depan,” kata Djony.

Ia menambahkan bahwa ekspansi dilakukan dengan prinsip kehati-hatian dan disiplin alokasi modal, serta tetap selaras dengan arah pertumbuhan ekonomi nasional. Investasi di sektor layanan kesehatan dan mineral non-batubara menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.

Di sisi lain, Astra juga terus memperkuat kontribusi sosial sebagai bagian dari identitas perusahaan. Program seperti Desa Sejahtera Astra, SATU Indonesia Awards, serta Nurani Astra menjadi wujud nyata komitmen tersebut.

“Astra harus tetap menjadi milik yang bermanfaat bagi bangsa dan negara,” tegas Djony.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, Astra berupaya memberikan dampak langsung dan berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan. Hingga kini, lebih dari 1.500 Desa Sejahtera Astra telah tersebar di 35 provinsi di Indonesia.

Menutup pernyataannya, Djony menekankan pentingnya menjaga nilai sebagai fondasi utama dalam menghadapi masa depan yang penuh tantangan.

“Apa yang sudah dibangun Astra hingga hari ini sudah sangat kuat untuk membuat Astra melangkah ke depan,” ujarnya.

Ia pun optimistis bahwa dengan kombinasi nilai yang kuat, sumber daya manusia yang unggul, serta strategi bisnis yang adaptif, Astra akan terus tumbuh dan memberikan kontribusi bagi bangsa.

“Continuity gives stability, but values give eternity. Great companies are not built in a year, but across generations,” tutup Djony.

(tim)

No more pages