Logo Bloomberg Technoz

Kapal kedua Dynacom, Smyrni, melaporkan lokasinya di lepas pantai Mumbai pada Sabtu (14/3/2026) pagi. Sinyal sebelumnya, kapal ini berada di Teluk Persia pada Selasa, artinya kemungkinan besar kapal tersebut mematikan transpondernya selama perjalanan.

2. Iran & China

Ada delapan transit komersial pada Selasa (10/3/2026) dan empat lagi teridentifikasi pada Rabu (11/3/2026) pagi, sebagian besar di antaranya terkait dengan Iran atau memiliki hubungan komersial dengan China. 

Rinciannya, dua kapal supertanker atau very large crude carrier (VLCC) Iran yang dikenai sanksi, terlihat meninggalkan Teluk Persia menuju Asia pada Rabu pagi. Kedalaman lambung kapal menunjukkan bahwa kedua supertanker tersebut penuh muatan.

Selanjutnya, konvoi lima kapal kargo, satu kapal kontainer, dan satu kapal LPG—semuanya terkait dengan Iran atau China—berangkat pada Selasa. 

Satu kapal kontainer yang terkait dengan Iran memasuki Teluk Persia pada Selasa dan satu lagi pada Rabu. Selain itu, kapal kargo juga memasuki Teluk pada Rabu dengan tanda 'Pemilik China, Semua Milik China.'

Sebelumnya, kapal komersial yang melintasi Hormuz adalah kapal pengangkut curah milik China, Sino Ocean, yang melintas pada Sabtu (7/3/2026) pagi.

Lalu, pada Minggu (15/3/2026), sebuah kapal tanker raksasa Iran terlihat di perairan utara Hormuz, dengan tujuan tercatat menuju China.

Ada pula kapal tanker yang dikenai sanksi AS dan masuk daftar hitam karena mengangkut gas petroleum cair (LPG) Iran melintasi Selat Hormuz pada Jumat (6/3/2026). 

Danuta I, kapal tanker gas raksasa yang berbendera Palau, melintasi selat tersebut pada dini hari Jumat waktu setempat. Kapal tersebut memuat kargo dari Teluk Persia, seperti terlihat dari peningkatan kedalaman muatan. 

Kapal ini diketahui mematikan transponder-nya atau mengirimkan sinyal posisi yang tidak akurat untuk menyembunyikan rutenya.

Pemilik kapal, Ithaki Maritime and Trading yang berbasis di Panama, tidak memiliki situs web, kontak online, atau metode kontak yang diketahui, baik melalui telepon maupun email. 

3. Menuju India

Sebuah kapal Suezmax yang membawa minyak mentah Saudi melintasi Selat Hormuz dalam "mode gelap"— menonaktifkan sistem pelacakan—dan muncul kembali di lepas pantai Mumbai pada Sabtu (14/3/2026).

Sebuah kapal pengangkut LPG juga terlihat keluar dari jalur air tersebut pada Jumat malam, dan kapal tanker LPG lain yang menuju India tampaknya sedang dalam perjalanan. Keduanya dimuat di terminal Ras Laffan Qatar pada akhir Februari.

4. Menuju Pakistan

Sebuah kapal tanker yang sarat dengan minyak mentah tampak telah melewati Selat Hormuz dan sekarang berlayar ke Pakistan. Kapal Karachi, yang dikendalikan oleh National Shipping Corp Pakistan, melakukan perjalanan berbahaya tersebut sepanjang Minggu (15/3/2026).

Pada Senin (16/3/2026) pagi, kapal Aframax berbendera Pakistan itu terlihat di perairan lepas Sohar, Oman.

Karachi terakhir kali memuat minyak mentah di Uni Emirat Arab (UEA). Pembacaan kedalaman lambung menunjukkan bahwa kapal tersebut belum terisi penuh.

5. Dari Hong Kong

Kapal pengangkut curah milik Hong Kong baru saja memasuki Teluk Persia melalui Selat Hormuz.

Jia Xiang Da, kapal kargo curah berukuran kecil, mendekati titik sempit tersebut dari Teluk Oman pada Senin (16/3/2026) malam, dan melintasi ke arah barat menuju Teluk Persia.

Pada Selasa (17/3/2026) pagi, kapal tersebut terlihat di dekat pantai Iran, menuju ke arah Pulau Kish dan memberi sinyal bahwa kapal tersebut akan mencapai pelabuhan Umm Qasr di Irak pada Rabu. Pembacaan kedalaman lambung menunjukkan bahwa kapal tersebut kosong.

CATATAN: Karena kapal dapat bergerak tanpa sinyal AIS sampai jauh dari Hormuz, sinyal posisi otomatis dikumpulkan di area luas yang meliputi Teluk Oman, Laut Arab, dan Laut Merah untuk mendeteksi kapal-kapal yang mungkin telah berangkat atau memasuki Teluk Persia.

(ros)

No more pages