Kapal kargo tersebut, yang berlayar di rute antara China dan Timur Tengah, berbendera Panama tetapi dimiliki dan dikelola oleh Jia Xiang Da Shipping Co Ltd yang berbasis di Hong Kong, menurut basis data maritim Equasis. Perusahaan belum menanggapi permintaan komentar melalui email.
Pedagang komoditas dan komunitas pelayaran global memantau dengan cermat kemampuan negara-negara termasuk China untuk mengirim kapal melalui selat tersebut. India dan Turki termasuk di antara negara-negara yang berusaha menegosiasikan jalur aman.
Meski negosiasi Hormuz antara Teheran dan Beijing belum dikonfirmasi secara resmi, kapal-kapal dalam beberapa hari terakhir memberi sinyal kepemilikan China saat mencoba melintasi koridor sempit tersebut.
Jia Xiang Da tampaknya menjadi kapal kedua terkait dengan China yang teramati memasuki Teluk Persia sejak perang dimulai. Beberapa jam setelah perang meletus, kapal kargo curah kecil lain milik perusahaan Shanghai terlihat di dalam teluk, setelah terakhir kali memberi sinyal bahwa kapal tersebut berada di Teluk Oman.
(bbn)





























