Dalam upaya menjaga ruang fiskal, pemerintah khususnya sektor ekonomi telah menggelar rapat koordinasi dengan Menteri Keuangan serta sejumlah kementerian lainnya. Setiap kementerian diminta menghitung potensi penghematan anggaran dari pos belanja yang tidak bersifat prioritas.
Akan tetapi, Airlangga menegaskan, langkah efisiensi tersebut tidak akan menyasar pada berbagai program unggulan pemerintah, termasuk MBG. Program-program prioritas dipandang sebagai investasi jangka panjang yang berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia.
"Program unggulan tidak ada yang diubah, semua tetap berjalan karena itu investasi jangka panjang," jelas Airlangga.
Alih-alih memangkas anggaran MBG, pemerintah memilih mengurangi pengeluaran yang bersifat operasional di kementerian dan lembaga. Sejumlah pos yang berpotensi dipangkas antara lain belanja jasa, perjalanan dinas, belanja aparatur, serta pengadaan peralatan.
Pemerintah juga meminta tiap kementerian meninjau kembali program yang masih memungkinkan untuk dihemat tanpa mengganggu layanan publik.
"K/L diminta menghitung berapa yang bisa diefisienkan. Angkanya belum final karena yang memutuskan Bapak Presiden," tutur Airlangga.
Hingga kini, Airlangga mengatakan pemerintah masih mengumpulkan data dari seluruh kementerian sebelum melaporkan hasil perhitungan efisiensi tersebut kepada Prabowo. Besaran penghematan baru akan diumumkan setelah keputusan final diambil.
Dalam kesempatan terpisah, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pekan ini pemerintah tengah menyiapkan langkah efisiensi anggaran yang lebih ketat untuk memitigasi dampak perang antara AS-Israel dengan Iran terhadap ketahanan fiskal nasional.
“Ada tadi didiskusikan tadi kalau memang harga BBM naik terus kan itu langkah pertama, efisiensi,” kata Purbaya ditemui usai Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) bersama para menteri bidang ekonomi di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Senin (16/3/2026).
Purbaya mengaku dalam seminggu ke depan akan meminta kementerian dan lembaga (K/L) untuk menghitung ulang anggaran yang bisa dipotong. Dia meminta K/L menunda program-program tambahan sampai waktu yang memungkinkan.
“Mereka sudah kita suruh siapkan, kita minta siapkan berapa persen anggarannya dipotong,” ujarnya.
Dia menegaskan saat ini Kementerian Keuangan akan menunda sejumlah usulan program tambahan oleh K/L terkait. Pemerintah akan fokus terhadap sejumlah program pemerintah yang ada saat ini.
“Jadi ada kan beberapa program tambahan ada kan anggaran tambahan-tambahan yang membuat menggelembung sekali. Yang anggaran sekarang, yang pertama, kita fokus ke yang ada saja. Program tambahan kita tunda dulu sampai keadaan memungkinkan. Tapi sekarang jelas enggak mungkin,” jelas dia.
(lav)





























