Secara detail, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dalam siaran pers, Minggu (15/3/2026) berupaya mempercepat arus lalu lintas di penyebrangan Gilimanuk. Sementara, jumlah kapal yang dioperasikan mencapai 35 unit kapal, yakni 28 yang sudah ada dan tambahan 7 kapal, dengan pola pelayanan 8 perjalanan.
Kapal-kapal tersebut terdiri dari 19 kapal yang beroperasi di dermaga moveable bridge (MB), 11 kapal di dermaga landing craft machine (LCM), serta 4 kapal tambahan yang diperbantukan guna meningkatkan kapasitas angkut penyeberangan.
Selain penambahan armada, Kemenhub juga menerapkan sejumlah langkah operasional di lapangan, antara lain melalui skema Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) untuk mempercepat rotasi kapal, serta percepatan proses bongkar muat guna memperlancar kanalisasi kendaraan kecil.
(ell)






























