“Seluruh SPPG tetap harus mengikuti pedoman menu dan standar pelayanan yang sudah ditetapkan. Karena itu, sembilan SPPG di Gresik yang memberikan kelapa utuh saat ini kami hentikan sementara operasionalnya untuk proses evaluasi,” kata Nanik.
BGN juga memerintahkan agar kepala SPPG yang terlibat dikenakan tindakan disipliner.
Menurut Nanik, pimpinan SPPG dapat diberikan surat peringatan pertama (SP1) atau dilakukan rotasi jabatan karena dinilai tidak mengikuti perkembangan informasi sehingga kejadian serupa kembali terjadi.
Sementara itu, Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN Albertus Dony Dewantoro mengatakan penghentian sementara operasional tersebut telah berlaku sejak 14 Maret 2026.
Adapun sembilan SPPG yang dihentikan sementara operasionalnya meliputi SPPG Gresik Sidayu Ngawen, SPPG Gresik Sidayu Wadeng, SPPG Gresik Dukun Wonokerto, SPPG Gresik Dukun Lowayu, SPPG Gresik Dukun Sembungan Kidul, SPPG Gresik Dukun Tebuwung, SPPG Gresik Ujungpangkah Glatik, SPPG Gresik Balongpanggang Pucung, serta SPPG Gresik Sidayu Sidomulyo.
BGN mengingatkan seluruh pengelola SPPG di berbagai daerah untuk mematuhi standar menu, menjaga keamanan pangan, serta memperhatikan sensitivitas terhadap isu yang berkembang di masyarakat dalam pelaksanaan program MBG.
(fik/wdh)





























