Logo Bloomberg Technoz

Kolaborasi tersebut menunjukkan komitmen bersama pelaku industri untuk membangun ekosistem emas yang lebih kuat. Dengan adanya wadah asosiasi, koordinasi antar pelaku industri diharapkan dapat berjalan lebih efektif.

Direktur Utama PT Pegadaian Damar Latri Setiawan menyampaikan bahwa pembentukan IBMA merupakan jawaban atas kebutuhan tata kelola pasar emas domestik yang lebih modern dan transparan.

Pegadaian, yang saat ini dikenal sebagai pelopor layanan Bank Emas di Indonesia, menegaskan dukungan penuh terhadap inisiatif tersebut. Perusahaan menilai keberadaan IBMA akan memberikan dampak signifikan bagi perkembangan industri emas nasional.

"Indonesia adalah salah satu produsen emas terbesar dunia. Dengan IBMA, kita tidak hanya ingin menjadi penonton, tetapi juga terlibat aktif dalam upaya pengembangan ekosistem emas dari hulu hingga hilir, memastikan emas lokal memiliki daya saing global," ujar Damar.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam industri emas global. Dengan tata kelola yang lebih terintegrasi, potensi tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

IBMA Dukung Hilirisasi dan Stabilitas Ekonomi

Menurut Damar, kehadiran IBMA akan menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung implementasi program pembangunan pemerintah. Terutama dalam mempercepat hilirisasi sektor pertambangan yang memiliki nilai ekonomi strategis.

Hilirisasi menjadi langkah penting untuk meningkatkan nilai tambah komoditas tambang di dalam negeri. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya mengekspor bahan mentah, tetapi juga menghasilkan produk bernilai tinggi.

IBMA diharapkan mampu memperkuat rantai nilai industri emas nasional dari hulu hingga hilir. Hal ini mencakup proses produksi, distribusi, hingga perdagangan emas di pasar domestik.

Selain itu, asosiasi ini juga diharapkan mampu menjaga sirkulasi emas agar tetap berada di dalam negeri. Strategi ini penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional melalui pengelolaan cadangan emas yang lebih optimal.

“Kehadiran IBMA diproyeksikan mampu memangkas biaya transaksi dan logistik bagi industri emas domestik dengan memastikan emas hasil tambang dalam negeri dapat diserap semaksimal mungkin oleh pasar domestik. Hal ini tidak hanya akan menghasilkan harga yang lebih kompetitif bagi nasabah ritel, tetapi juga memperkuat cadangan emas nasional sebagai instrumen stabilitas ekonomi makro,” tambah Damar.

Langkah tersebut juga diyakini dapat meningkatkan efisiensi dalam rantai pasok industri emas. Dengan biaya transaksi yang lebih rendah, pelaku industri dapat meningkatkan daya saing di pasar global.

Pada saat yang sama, konsumen domestik juga berpotensi mendapatkan harga emas yang lebih kompetitif. Kondisi ini diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap investasi emas.

Pegadaian Perkuat Peran dalam Ekosistem Emas

Dalam momentum pembentukan IBMA, Pegadaian juga dipercaya untuk memimpin asosiasi tersebut. Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian Selfie Dewiyanti didapuk sebagai Ketua Umum IBMA.

Penunjukan ini mencerminkan kepercayaan para pelaku industri terhadap peran strategis Pegadaian dalam membangun ekosistem emas nasional. Pegadaian dinilai memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan produk dan layanan berbasis emas.

Dengan terbentuknya IBMA, diharapkan tercipta standar praktik pasar yang selaras dengan regulasi internasional. Standar tersebut menjadi penting untuk meningkatkan kredibilitas pasar emas Indonesia di tingkat global.

Selain menarik investasi baru, keberadaan asosiasi ini juga diharapkan mampu mendorong kemandirian finansial nasional. Pasar emas yang kuat dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi.

Sebagai institusi yang memiliki sejarah panjang di Indonesia, Pegadaian terus melakukan transformasi untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan industri keuangan modern.

Perusahaan yang didirikan pada 1 April 1901 di Kota Sukabumi, Jawa Barat ini awalnya dikenal sebagai lembaga gadai. Namun kini Pegadaian telah berkembang menjadi lembaga keuangan inklusif dengan berbagai layanan finansial.

Sejak 2021, Pegadaian juga menjadi bagian dari Holding Ultra Mikro bersama BRI dan PNM. Kolaborasi ini bertujuan memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Indonesia.

Pegadaian juga semakin memperkuat posisinya sebagai pelopor layanan Bank Emas di Indonesia. Status tersebut diperoleh setelah perusahaan mengantongi izin usaha bulion dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Desember 2024.

Melalui izin tersebut, Pegadaian dapat menjalankan berbagai kegiatan usaha bulion. Layanan tersebut mencakup deposito emas, pinjaman modal kerja emas, jasa titipan emas korporasi, hingga perdagangan emas.

Selain itu, Pegadaian juga menawarkan berbagai produk investasi emas yang mudah diakses masyarakat. Produk tersebut antara lain Tabungan Emas, Cicil Emas, dan Arisan Emas.

Seluruh layanan Pegadaian kini dapat diakses melalui jaringan outlet, agen Pegadaian, serta aplikasi digital Tring! by Pegadaian. Platform digital ini dirancang untuk mendukung transformasi layanan keuangan berbasis teknologi.

Dengan berbagai inovasi tersebut, Pegadaian terus berupaya memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat. Perusahaan juga berkomitmen untuk menciptakan ekosistem keuangan yang inklusif dan berkelanjutan.

Pembentukan IBMA menjadi salah satu langkah penting dalam perjalanan tersebut. Melalui kolaborasi lintas industri, pasar emas Indonesia diharapkan mampu berkembang lebih kuat dan berdaya saing di tingkat global.

(tim)

No more pages