Petrosea Garap Proyek Tambang Reko Diq di Pakistan

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Petrosea Tbk (IDX: PTRO) mengumumkan langkah ekspansi bisnisnya melalui kerja sama proyek pertambangan internasional. Perusahaan bersama anak usahanya, Petrosea Solutions Pakistan (Private) Limited, menandatangani perjanjian pelaksanaan awal atau Limited Notice to Proceed dengan Reko Diq Mining Company (Private) Limited.
Kesepakatan tersebut menandai dimulainya kerja sama dalam penyediaan layanan Engineering, Procurement and Construction atau EPC pada proyek tambang besar di Pakistan. Reko Diq Mining Company sendiri merupakan perusahaan pertambangan yang berbasis di Karachi.
Melalui kerja sama ini, Petrosea memperluas jangkauan bisnisnya di pasar internasional. Proyek ini juga menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat portofolio bisnis di sektor rekayasa dan konstruksi pertambangan.
Petrosea Solutions Pakistan (Private) Limited merupakan entitas yang sepenuhnya dimiliki oleh Petrosea. Melalui anak usaha tersebut, perusahaan menjalankan berbagai aktivitas proyek di luar Indonesia.
Proyek Reko Diq dikenal sebagai salah satu proyek pertambangan emas dan tembaga terbesar di dunia. Lokasinya berada di wilayah Pakistan yang memiliki potensi sumber daya mineral yang sangat besar.
Proyek ini menjadi salah satu pengembangan tambang strategis di kawasan tersebut. Kehadiran Petrosea dalam proyek ini menandai keterlibatan perusahaan Indonesia dalam proyek pertambangan global.
Dalam kontrak tersebut, Petrosea akan mengerjakan berbagai pekerjaan konstruksi yang menjadi bagian penting dari pembangunan fasilitas tambang. Lingkup pekerjaan mencakup sejumlah infrastruktur utama dalam kawasan proyek.
Beberapa pekerjaan yang akan dilakukan antara lain pembangunan fondasi beton untuk fasilitas dry plant dan wet plant. Kedua fasilitas tersebut merupakan komponen penting dalam proses pengolahan hasil tambang.
Selain itu, kontrak juga mencakup pembangunan infrastruktur nonproses. Pekerjaan tersebut juga melibatkan pelaksanaan detail earthworks yang diperlukan dalam pengembangan area tambang.
Nilai kontrak berdasarkan perjanjian pelaksanaan awal tersebut diperkirakan mencapai sekitar US$26,2 juta. Jika dikonversikan ke rupiah, nilai tersebut setara dengan sekitar Rp432 miliar.
Proyek ini direncanakan memiliki jangka waktu penyelesaian sekitar 10 bulan. Selama periode tersebut, tim Petrosea akan menjalankan berbagai pekerjaan konstruksi sesuai dengan standar industri pertambangan internasional.
Strategi Ekspansi dan Diversifikasi Bisnis
Manajemen Petrosea menilai kerja sama ini menjadi langkah penting dalam memperluas basis klien perusahaan di luar Indonesia. Dengan memasuki pasar global, perusahaan berharap dapat meningkatkan pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
Presiden Direktur PT Petrosea Tbk Michael menyampaikan bahwa proyek ini merupakan bagian dari strategi ekspansi perusahaan dalam mengembangkan lini bisnis EPC.
“Penandatanganan perjanjian ini merepresentasikan ekspansi bisnis dan pengembangan usaha lini bisnis jasa EPC serta perluasan basis klien ke luar Indonesia guna memastikan pertumbuhan yang terdiversifikasi dan berkelanjutan,” ujar Michael, Presiden Direktur PT Petrosea Tbk.
Dengan semakin banyaknya proyek internasional yang dikerjakan, Petrosea berharap dapat memperkuat reputasi perusahaan sebagai penyedia layanan rekayasa dan konstruksi pertambangan yang kompetitif.
Perusahaan juga melihat peluang besar di sektor pertambangan global yang terus berkembang. Permintaan terhadap komoditas mineral seperti tembaga dan emas diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.
Sebagai perusahaan multidisiplin, Petrosea telah memiliki pengalaman lebih dari lima dekade dalam berbagai proyek energi dan sumber daya alam. Pengalaman ini menjadi modal penting bagi perusahaan dalam menjalankan proyek berskala internasional.
Layanan yang ditawarkan Petrosea mencakup berbagai sektor industri. Perusahaan menyediakan jasa pertambangan, rekayasa dan konstruksi EPC, serta layanan EPCI untuk proyek minyak dan gas lepas pantai.
Selain itu, Petrosea juga menyediakan layanan logistik dan pendukung untuk industri pertambangan serta energi. Layanan terintegrasi ini memungkinkan perusahaan memberikan solusi menyeluruh bagi klien.
Operasional Petrosea mencakup berbagai wilayah di Asia Tenggara. Perusahaan juga terus memperluas jangkauan bisnisnya ke berbagai negara lain.
Dalam beberapa tahun terakhir, Petrosea juga melakukan diversifikasi usaha untuk memperkuat portofolio bisnis. Langkah ini dilakukan agar perusahaan tidak hanya bergantung pada satu sektor bisnis saja.
Salah satu langkah diversifikasi tersebut dilakukan melalui pengembangan lini bisnis EPCI lepas pantai. Pengembangan ini dilakukan melalui anak usaha terbaru perusahaan, yaitu Hafar.
Melalui entitas tersebut, Petrosea memperluas kemampuan teknisnya dalam menyediakan layanan rekayasa, pengadaan, konstruksi, dan instalasi untuk proyek energi lepas pantai.
Strategi diversifikasi ini diharapkan dapat memperkuat posisi Petrosea di industri energi dan pertambangan. Dengan portofolio bisnis yang lebih luas, perusahaan dapat menghadapi dinamika pasar global dengan lebih baik.
Petrosea juga dikenal sebagai perusahaan yang menempatkan keselamatan kerja dan manajemen risiko sebagai prioritas utama. Komitmen ini menjadi bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan dalam jangka panjang.
Dalam sejarahnya, Petrosea memiliki posisi penting dalam industri rekayasa dan konstruksi di Indonesia. Pada tahun 1990, perusahaan ini menjadi perusahaan rekayasa dan konstruksi Indonesia pertama yang tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham PTRO.
Saat ini Petrosea berada di bawah kendali PT Kreasi Jasa Persada yang dimiliki sepenuhnya oleh PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. Struktur kepemilikan ini memperkuat sinergi bisnis dalam pengembangan proyek energi dan pertambangan.
Dengan keterlibatan dalam proyek Reko Diq di Pakistan, Petrosea berharap dapat memperkuat kehadirannya di pasar internasional. Proyek ini juga menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di masa depan.






























