Dia mengaku Pertamina terus berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait untuk memantau perkembangan di kawasan Timur Tengah.
Di sisi lain, perseroan juga mendorong agar situasi di Timur Tengah dapat mereda sehingga kargo Pertamina dapat segera melewati Selat Hormuz.
“Tadi kita tentunya terus dengan bantuan dukungan dari pemerintah, dengan bantuan dari berbagai pihak, kita tetap lakukan yang terbaik agar supaya pelayanan energi untuk masyarakat bisa berlangsung dengan lancar dan aman,” tegasnya.
Terkait dengan kargo yang dibawa, Simon enggan mengonfirmasi apakah tanker Pertamina Pride mengangkut minyak mentah seberat 1,8 juta barel dan menuju Indonesia atau tidak.
“Kan pasti infonya udah dapet yang itu,” kata Simon.
PIS sebelumnya menyatakan supertanker atau very large crude carrier (VLCC) Pertamina Pride dan Gamsunoro hingga kini masih terjebak di Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz.
VLCC Pertamina Pride dioperasikan untuk memenuhi kebutuhan energi nasional, sedangkan Gamsunoro untuk melayani pihak ketiga (non-Pertamina).
"Keduanya dalam pemantauan intensif dan koordinasi berkelanjutan untuk memastikan kapal dapat segera melanjutkan perjalanannya dengan aman," ujar Pjs Corporate Secretary PIS Vega Pita dalam keterangan tertulisnya, Kamis (12/3/2026).
Dia menambahkan bahwa dua kapal PIS berhasil keluar dari wilayah konflik Timur Tengah, yakni PIS Paragon dan PIS Rinjani. Keduanya tengah melayani distribusi energi untuk mitra pihak ketiga.
Vega mengungkap Pertamina Group saat ini mengoperasikan 345 kapal untuk mendukung kebutuhan energi dalam negeri. Walhasil, kondisi ini dipastikan tidak mengganggu pasokan kebutuhan energi di dalam negeri.
Sebelumnya, beredar video yang menarasikan VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro sudah berhasil melewati Selat Hormuz. Akan tetapi, video tersebut merupakan hasil buatan kecerdasan buatan atau AI.
Adapun, awalnya terdapat empat kapal yang berada di kawasan Timur Tengah. Antara lain; Gamsunoro di Khor al Zubair, Irak, Pertamina Pride yang tengah melakukan proses muat di Ras Tanura, PIS Rinjani dalam posisi lego jangkar di Khor Fakkan, serta PIS Paragon di Oman.
Dari empat kapal tersebut, dua kapal masih berada di dalam area teluk, yaitu Pertamina Pride yang dikelola NYK dan Gamsunoro yang dikelola Synergy Ship Management.
Sementara itu, PIS Rinjani dan PIS Paragon telah beranjak dari area perairan konflik di Timur Tengah.
(azr/wdh)



























