Logo Bloomberg Technoz

Ismail juga senang karena pengurus KDMP Gejugjati tak melepas begitu saja. Akan ada sejumlah penyuluhan untuk para peternak yang notabene baru tersebut. Kalau misalnya gagal pun, mereka masih diberi kesempatan.

“Kita diberi tahu jangan sampai dijual atau disembelih. Kalau ada kematian (ayam) harus dilaporkan,” katanya.

Nantinya, setelah ayam produktif bertelur, telur tersebut dijual ke KDMP Gejugjati. Hasil keuntungan dari penjualan telur sepenuhnya untuk para pemelihara.

“Untuk penjualan telur, ditampung di koperasi, dikelola, dan untuk disalurkan di (dapur) MBG (Makan Bergizi Gratis),” katanya.

Ismail berterima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto yang telah membangun Koperasi Merah Putih. Keberadaan koperasi memungkinkan dia untuk bisa lebih berdaya dan meningkatkan pendapatan.

“Sangat bagus. Sebagai masyarakat, sangat berterima kasih atas adanya bantuan ini. Sebelumnya belum ada bantuan seperti ini,” kata dia.

Kegembiraan juga dirasakan Maemunah (36 tahun), warga Gejugjati. Sebagai penerima PKH selama enam tahun, baru kali ini dia diberi kepercayaan untuk memelihara ayam. 

“Disuruh ngrumati. Dipelihara. Nanti telurnya dijual. (Keuntungannya) ditabungkan (di Koperasi Merah Putih),” kata Maemunah.

Dia mengaku sudah biasa memelihara ayam. Di rumah, dia memiliki sejumlah ekor ayam kampung. Dengan adanya bantuan ini, semangatnya untuk belajar memelihara ayam semakin bertambah.

“Terima kasih, Pak Presiden sudah dikasih bantuan ayam. Sangat membantu. Tambah jaya, Pak Presiden,” katanya.

Ayam petelur umumnya mulai bertelur pada usia 18 hingga 20 minggu atau sekitar 5 bulan. Ayam ini memiliki masa produktif selama 100 pekan atau hingga 2 tahun. Artinya, satu ekor ayam rata-rata bisa menghasilkan antara 250 hingga 280 butir telur per tahun.

(red)

No more pages