Demikian pula, pemerintah memprediksi puncak arus balik akan terjadi pada Ahad (29/03/2026). Pada periode ini, pemerintah juga berupaya memecah arus balik dengan menetapkan tanggal awal masuk sekolah pada Senin (30/03/2026). Pemerintah juga mengeluarkan imbauan kepada ASN dan pegawai swasta untuk menjalankan WFA pada Rabu-Jumat (25-27/03/2026).
"Nanti akan ada sistem informasi yang juga akan membantu masyarakat untuk memilih mudik [dan balik] pada tanggal berapa," ujar dia.
Pada tahun ini, pemerintah memprediksi akan ada 144 juta orang melakukan perjalanan mudik. Namun, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, jumlah pemudik selalu lebih tinggi 10% dibandingkan survei atau prediksi.
"Artinya sudah menjadi 155-an juta manusia akan bergerak. Nah makanya kalau itu bergerak di waktu yang sama, ini sangat berat," ujar Pratikno.
Wakil Kepala Kepolisian (Wakapolri) Komisaris Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan, jumlah pemudik terbesar akan berasal pada wilayah Jawa Barat sebanyak 21% atau setara 30 juta orang; DKI Jakarta mencapai 19 juta orang atau setara 12%; Jawa Timur mencapai 10% atau sekitar 17 juta orang.
Sedangkan tujuan mudik sebanyak 26% atau mencapai 36,7 juta orang akan menuju Jawa Tengah; sebanyak 17% atau 26 juta orang akan ke wilayah Jawa Timur; dan 15% atau 23 juta orang menuju Jawa Barat.
"Puncak untuk arus balik ada di tanggal 25 sampai tanggal 26 Maret untuk gelombang satu. Dan, gelombang kedua diprediksi puncak arus balik di tanggal 28 sampai tanggal 29 Maret," ujar dia.
(dov/frg)





























