Bahlil menyatakan pemerintah bakal memanfaatkan sumber daya dalam negeri secara maksimal guna memperkuat ketahanan energi di tengah ketidakpastian yang terjadi gegara perang di Timur Tengah.
“Karena ini kan kita mencari akal semuanya dengan memakai semua sumber-sumber energi domestik untuk kita memperkuat sebagai bagian daripada ketahanan energi,” kata Bahlil.
Bensin
Ihwal potensi pembatasan konsumsi BBM jenis bensin, Bahlil menyatakan pemerintah tengah fokus memastikan pasokan bensin untuk Idulfitri 2026 terjaga.
Dia mengungkapkan, saat ini cadangan operasional Indonesia tahan selama 21—23 hari dan dalam kondisi normal.
“Nanti kita lihat ya. [Hal] yang jelas Hari Raya ini, pikir hari raya dulu lah. Hari Raya ini insyallah enggak ada kenaikan harga BBM untuk subsidi. Cadangan kita enggak ada masalah ya. Jangan dipelintir-pelintir ya. Itu jangan dipelintir-pelintir, seolah-olah 21 hari atau 23 hari itu sudah habis,” tegas dia.
Sebelumnya, Bahlil menyatakan pemerintah tengah mengkaji langkah mitigasi kenaikan harga dan pengetatan pasokan minyak dunia, salah satunya dengan mempercepat peningkatan campuran bahan bakar nabati.
Bahlil mengaku sedang mempertimbangkan untuk mendorong percepatan implementasi mandatori biodiesel B50 dan mandatori bensin dengan campuran etanol 20% atau bioetanol E20.
Adapun, Kementerian ESDM sebelumnya menargetkan mandatori bensin dengan campuran etanol 20% atau E20 diimplementasikan pada 2028.
Untuk B50, Kementerian ESDM mengupayakan mandatori campuran FAME sebesar 50% dalam solar tersebut dilakukan pada semester II-2026.
“Mungkin kita akan mendorong untuk mempercepat B50 sebagai salah satu alternatif. Kemudian kita akan mempercepat penerapan E20. Karena kalau harga minyak fosil bisa melampaui US$100/barel, maka akan lebih murah jika kita melakukan blending,” kata Bahlil kepada awak media di Kantor Kementerian ESDM, Senin (9/3/2026).
Di sisi lain, sejumlah negara sudah mulai menerapkan pengetatan konsumsi BBM hingga melakukan kebijakan untuk melindungi pasokan bensin domestik.
Salah satu contohnya Vietnam, negara itu bakal menghapus tarif impor BBM dan mempermudah perusahaan raksasa negara PetroVietnam untuk membeli dan menjual minyak mentah dan produk minyak, seiring dengan meluasnya perang di Timur Tengah yang meningkatkan kekhawatiran akan keamanan energi.
Selain itu, Myanmar memberlakukan pembatasan kendaraan pribadi, menyusul gangguan pada jalur perdagangan migas di Timur Tengah.
Mobil pribadi dan sepeda motor—kecuali kendaraan listrik—hanya akan diizinkan beroperasi di jalan raya setiap dua hari sekali berdasarkan nomor pelat kendaraan mereka.
Pelat nomor genap beroperasi di tanggal genap, dan plat nomor ganjil di tanggal ganjil, menurut keputusan Dewan Pertahanan dan Keamanan Nasional (NDSC).
Mobil pribadi dan sepeda motor — kecuali kendaraan listrik — hanya akan diizinkan beroperasi di jalan raya setiap dua hari sekali berdasarkan nomor plat kendaraan mereka.
Pelat nomor genap beroperasi di tanggal genap, dan plat nomor ganjil di tanggal ganjil, menurut keputusan Dewan Pertahanan dan Keamanan Nasional (NDSC).
Terbaru, pemerintah Thailand akan mewajibkan sebagian besar instansi pemerintah untuk menerapkan sistem kerja dari rumah (WFH) sepenuhnya sebagai bagian dari langkah-langkah darurat untuk menekan permintaan energi.
Langkah, yang disetujui oleh kabinet pada Selasa (10/3/2026), ini bertujuan untuk mengurangi konsumsi energi di tengah meningkatnya risiko pasokan, menurut Danucha Pichayanan, Sekretaris Jenderal Dewan Pembangunan Ekonomi dan Sosial Nasional.
Filipina, yang mengimpor hampir seluruh kebutuhan minyaknya, juga telah memulai sistem kerja empat hari seminggu bagi kantor-kantor pemerintah sebagai upaya menghemat energi karena ketegangan di Timur Tengah mendorong harga bahan bakar lebih tinggi.
(azr/wdh)































