Tujuan perang ini pun masih tampak beragam. Israel secara terbuka menyatakan ingin menumbangkan sistem pemerintahan ulama di Iran. Sementara itu, pejabat AS mayoritas menyebut sasarannya adalah menghancurkan kemampuan rudal dan program nuklir Teheran. Namun, Trump menegaskan bahwa perang hanya bisa berakhir dengan terbentuknya pemerintahan Iran yang "patuh".
Sementara itu, korban terus berjatuhan. Duta Besar Iran untuk PBB melaporkan setidaknya 1.332 warga sipil Iran tewas dan ribuan lainnya luka-luka sejak rentetan serangan udara dan rudal AS-Israel dimulai pada akhir Februari lalu.
Perang ini secara efektif telah melumpuhkan Selat Hormuz selama lebih dari sepekan. Kapal tanker tidak dapat berlayar, memaksa produsen menghentikan produksi karena fasilitas penyimpanan mulai penuh.
Penunjukan Mojtaba Khamenei pada Senin awalnya sempat memupus harapan akan berakhirnya perang dengan cepat, menyebabkan pasar minyak melonjak dan bursa saham anjlok. Namun, pasar berbalik arah setelah Trump memprediksi akhir perang yang cepat dan munculnya laporan kemungkinan pelonggaran sanksi pada energi Rusia.
Setelah berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Trump menyatakan AS akan menangguhkan sanksi minyak pada "beberapa negara" untuk meredakan kelangkaan. Menurut berbagai sumber, ini bisa berarti pelonggaran sanksi lebih lanjut terhadap minyak Rusia—langkah yang dapat memperumit upaya negara-negara Barat menghukum Moskow atas perang di Ukraina. Opsi lain yang dipertimbangkan adalah pelepasan cadangan minyak strategis atau pembatasan ekspor AS.
Kilang Minyak Diserang
Sementara itu, Teheran kini diselimuti asap hitam pekat setelah sebuah kilang minyak terkena serangan, menandai eskalasi serangan terhadap pasokan energi domestik Iran. Kepala WHO, Tedros Ghebreyesus, memperingatkan bahwa kebakaran tersebut berisiko mencemari makanan, air, dan udara.
Ketegangan juga merembet ke negara tetangga. Turki melaporkan pertahanan udara NATO telah menembak jatuh sebuah rudal balistik yang ditembakkan dari Iran setelah memasuki ruang udara Turki. Ini merupakan insiden kedua sejak perang pecah.
Sementara itu, militer Israel menyatakan telah meluncurkan serangan baru di Iran tengah dan menghantam Beirut, Lebanon. Israel memperluas operasinya ke Lebanon setelah kelompok Hizbullah yang didukung Iran melepaskan tembakan lintas batas.
Dari Australia, lima pemain tim nasional sepak bola wanita Iran telah diberikan visa kemanusiaan setelah mengajukan suaka karena takut akan persekusi di negara asal mereka. Canberra juga berjanji mengirim pesawat pengintai militer ke Timur Tengah dan rudal ke Uni Emirat Arab untuk membantu pertahanan menghadapi serangan Iran.
(del)





























