Pemerintah, kata dia, saat ini juga telah mulai melakukan berbagai langkah untuk mengantisipasi potensi dampak kenaikan harga energi terhadap masyarakat.
“Satu, ketahanan energi sangat penting. Saya mengerti bahwa dari sisi pemerintah sudah melakukan rapat bagaimana untuk melakukan analisa harga BBM, tapi juga LPG dan LNG yang langsung sampai kepada masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, kata dia, ketahanan pangan menjadi isu strategis yang tidak kalah penting di tengah dinamika global saat ini. Stabilitas nasional juga dinilai sebagai prasyarat utama agar perekonomian dapat tetap berjalan dan kembali tumbuh.
Perkuat Pasar Domestik
Dari sisi dunia usaha, ia mendorong pelaku bisnis memperkuat pasar domestik serta membangun rantai pasok yang lebih tangguh guna menghadapi ketidakpastian global.
Kadin juga tengah menyiapkan berbagai agenda untuk memperkuat ketahanan ekonomi, termasuk kajian dampak ekonomi dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta penyelenggaraan Jakarta Food Security Summit guna membahas strategi ketahanan pangan dan keberlanjutan ekspor komoditas unggulan Indonesia.
“PR berikutnya ialah bagaimana menciptakan supply chain yang lebih resilient sehingga bisa menjaga tentunya harga dari bahan pasok tersebut,” kata Anin.
Meski dihadapkan pada ketidakpastian global, dunia usaha diklaim tetap menjaga sikap optimistis sambil meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai risiko yang mungkin muncul.
“Pada intinya mood-nya tetap hati-hati, tapi mood-nya tetap kita optimistis untuk bisa bertahan, menjaga kestabilan dan di ujungnya tentu untuk pertumbuhan."
(ain)

























