Kemarin, harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 5.129,5/troy ons. Terpangkas 0,38% dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan lalu.
Hal yang menjadi sentimen negatif bagi harga emas adalah perkembangan seputar perang di Timur Tengah. Mengutip Bloomberg News, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan bahwa perang di Iran mungkin sudah mendekati garis finis.
Emas adalah aset yang dianggap aman (safe haven asset). Saat situasi lebih kalem, biasanya emas bukan merupakan pilihan utama pelaku pasar.
Dalam konferensi pers di Doral, Florida, Trump menyebut konflik di Iran akan menemukan resolusi “sesegera mungkin.” Bahkan Trump sesumbar bahwa perang akan selesai pekan ini.
“Kami ingin harga minyak turun,” tegas Trump.
Konflik di Timur Tengah memang menyebabkan harga minyak meroket. Kemarin, harga minyak jenis brent ditutup melesat 6,76% ke US$ 98,96/barel.
Harga minyak brent pun resmi naik tujuh hari beruntun. Selama tujuh hari tersebut, harga terdongkrak 40%.
(aji)




























