Di sisi biaya, perseroan mencatat beban pokok pendapatan sebesar Rp4,66 triliun, turun 6,38% secara tahunan. Meski demikian, laba kotor tetap mengalami koreksi 7,83% YoY menjadi Rp8,12 triliun.
Dari sisi neraca, total aset BSDE meningkat 4,27% menjadi Rp79,26 triliun pada akhir Desember 2025. Pertumbuhan ini didorong oleh kenaikan ekuitas sebesar 11,31% YoY menjadi Rp52,66 triliun.
Sementara itu, liabilitas tercatat menurun 7,33% YoY menjadi Rp26,59 triliun. Adapun posisi kas dan setara kas perseroan meningkat 14,80% menjadi Rp10,28 triliun, dibandingkan posisi akhir 2024 yang sebesar Rp8,95 triliun.
(dhf)
No more pages




























