Berikut perbandingan panduan kebijakan dalam laporan tahun ini—yang memuat langkah lebih rinci untuk membatasi “persaingan tidak sehat”—dengan laporan tahun lalu.
Melawan Deflasi
Pemerintah menunjukkan tekad yang lebih bulat untuk menyudahi tren deflasi yang menghantui China selama beberapa tahun terakhir. Target inflasi konsumen dipatok sebesar 2%, yang menurut Li sangat "layak untuk dicapai."
"Dengan menyeimbangkan pasokan dan permintaan, kami akan membawa tingkat harga umum kembali ke zona positif dan menghasilkan pemulihan harga konsumen yang wajar demi menciptakan siklus ekonomi yang sehat," tegas Li.
Tahun lalu, perdana menteri hanya berjanji bahwa tingkat harga umum akan “tetap berada dalam kisaran yang tepat.”
Namun, pelonggaran moneter tampaknya tidak terlalu mendesak tahun ini. Li hanya berjanji akan menggunakan instrumen suku bunga dan rasio cadangan wajib secara "fleksibel dan efektif," sebuah nada yang lebih melunak dibanding janji "pemangkasan tepat waktu" pada tahun lalu.
Ambisi Teknologi
Sesuai dengan prioritas Presiden Xi Jinping, laporan tahun 2026 ini dipenuhi komitmen pada teknologi tingkat tinggi dan manufaktur. Setelah pada 2025 berjanji untuk "meningkatkan kemandirian dan kekuatan", tahun ini pemerintah bertekad bergerak "lebih cepat" untuk mencapai tujuan tersebut. Berbagai inisiatif akan diluncurkan untuk "mendorong pembangunan berkualitas tinggi dalam rantai manufaktur utama." Penelitian akan ditingkatkan, dan pembentukan "klaster manufaktur maju nasional" juga direncanakan.
Poin baru yang menonjol adalah dukungan penuh terhadap ekosistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang bersifat open-source serta "perbaikan tata kelola AI". China juga berencana membangun klaster infrastruktur komputasi baru yang dikoordinasikan dengan pasokan listrik nasional.
Mengatasi Persaingan Berlebihan
Tahun lalu, istilah "involution" (persaingan yang terlalu sengit hingga merugikan ekonomi secara keseluruhan) menjadi topik hangat di China. Fenomena ini menggambarkan kondisi di mana semua orang bekerja ekstra keras, namun tidak memberikan nilai tambah atau justru membuat situasi semakin memburuk bagi semua pihak.
Tahun ini, Perdana Menteri Li Qiang memberikan arahan yang lebih spesifik untuk meredam kelebihan kapasitas produksi dan "mengatasi persaingan rat-race (persaingan tidak sehat) hingga ke akarnya."
Beijing akan menyusun regulasi untuk mengembangkan pasar nasional yang terpadu. Pemerintah daerah akan diberikan “daftar hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan” dalam menarik investasi. Pemberian insentif pajak dan subsidi fiskal akan diatur, sementara reformasi harga untuk layanan dan utilitas publik akan “dilakukan secara bertahap.”
Perdagangan Internasional
Sebagai antisipasi atas melonjaknya tensi dagang dengan AS setelah kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih, laporan tahun lalu berfokus pada strategi "menjelajahi pasar baru" guna menjaga stabilitas perdagangan luar negeri. Hasilnya, China mencatatkan rekor surplus perdagangan sebesar US$1,2 triliun, meski harus menghadapi kenaikan tarif dari Trump.
Tahun ini, prioritasnya sedikit bergeser. China kini fokus menjaga volume perdagangan agar tetap "stabil" sambil "memperbaiki komposisinya". Selain itu, ada seruan baru untuk "mendorong impor demi menciptakan perdagangan yang lebih seimbang."
ika tahun lalu Beijing sangat gencar "mendorong investasi asing masuk", tahun ini fokusnya berubah menjadi "memperluas kerja sama investasi dua arah." Selain itu, jika laporan 2025 sibuk menyusun cara agar investor asing betah di China, laporan terbaru ini justru lebih banyak memberikan panduan tentang bagaimana perusahaan-perusahaan China melakukan ekspansi ke luar negeri secara "rasional dan tertib."
Properti dan Utang Daerah
Tahun ini, pemerintah China berkomitmen untuk "bekerja menjaga stabilitas pasar properti," berbeda dengan usulan pada laporan 2025 untuk terus "berupaya berkelanjutan untuk menghentikan kemerosotan dan memulihkan stabilitas."
Untuk mendukung pemerintah daerah yang sedang kesulitan keuangan, kuota obligasi khusus dipatok tetap di angka 4,4 triliun yuan, sama dengan tahun 2025. Namun terkait pemanfaatan dana tersebut, Li tidak lagi menyebutkan soal pembelian lahan atau rumah yang tidak terjual dari pengembang. Langkah ini tampaknya dihapus karena program tersebut sebelumnya dinilai berjalan lambat dan kurang menguntungkan secara investasi.
Satu hal lain yang juga hilang dari laporan tahun ini adalah kalimat yang menyerukan "dukungan kuat bagi perkembangan sektor real estat dan pasar saham yang sehat." Padahal, poin ini sempat menjadi fokus dalam kebijakan pinjaman struktural bank sentral pada tahun lalu.
Terkait risiko utang daerah, laporan tahun 2026 ini menegaskan bahwa pencegahan munculnya utang tersembunyi baru akan menjadi "aturan yang tidak dapat ditawar." Ketegasan ini juga terlihat dari dihapusnya poin mengenai "penyesuaian tepat waktu bagi wilayah dengan risiko utang tinggi," yang pada tahun 2025 lalu sempat memberikan sedikit kelonggaran bagi beberapa provinsi.
Jaring Pengaman Sosial
Subsidi pemerintah untuk asuransi kesehatan dasar bagi penduduk desa dan warga kota yang tidak bekerja akan dinaikkan sebesar 24 yuan per orang. Angka ini lebih rendah dibandingkan kenaikan tahun lalu yang mencapai 30 yuan. Sementara itu, kenaikan tunjangan hari tua (pensiun) dasar minimum untuk kelompok tersebut dipatok tetap sebesar 20 yuan per bulan. Kalimat "memberikan kenaikan yang sesuai pada manfaat pensiun dasar bagi pensiunan" yang ada pada tahun lalu kini dihapus dari laporan.
Terkait pekerja migran dari desa—yang dianggap sebagai kelompok rentan dalam pasar tenaga kerja China—Perdana Menteri berjanji untuk "menerapkan sepenuhnya sistem jaminan pembayaran" upah mereka. Hal ini merupakan penegasan dari janji tahun lalu yang hanya menyebut akan "mengambil langkah-langkah efektif" untuk memastikan pembayaran serta penyelesaian tunggakan upah.
(bbn)































