Logo Bloomberg Technoz

Kini, selain menjual pupuk dan kebutuhan pertanian, ia juga melayani tarik tunai, transfer, pembayaran tagihan, hingga setor uang. Warga tidak lagi harus pergi jauh hanya untuk melakukan transaksi dasar.

“Niat saya adalah supaya warga desa tidak perlu jauh-jauh lagi kalau mau tarik uang atau ambil bantuan,” ujar Rumiatun.

Kehadiran BRILink di Desa Prigi juga mempermudah pencairan Bantuan Pangan Non Tunai. Layanan tersebut sebelumnya hanya bisa diakses melalui kantor cabang bank.

Edukasi Keuangan dan Inklusi di Tingkat Desa

Sebagai AgenBRILink, Rumiatun membantu masyarakat mengecek saldo dan melakukan pencairan bantuan secara cepat. Perannya menyerupai mini ATM yang dapat diakses langsung di lingkungan desa.

“Pencairan BPNT pun tidak lagi harus dilakukan di kantor cabang, karena melalui AgenBRILink, layanan tersebut tersedia lebih dekat, lebih efisien, dan lebih praktis bagi masyarakat desa,” ucap Rumiatun.

Meski demikian, perjalanan awalnya tidak sepenuhnya mulus. Pada masa awal operasional, ia menghadapi rendahnya pemahaman masyarakat tentang layanan BRILink.

Banyak warga belum mengetahui bahwa transaksi seperti tarik tunai, setor tunai, transfer, hingga pencairan bantuan sosial bisa dilakukan di desa. Sebagian bahkan belum memiliki kartu ATM maupun buku tabungan.

Kondisi tersebut membuat tantangan literasi dan inklusi keuangan menjadi nyata. Rumiatun tidak hanya berperan sebagai agen transaksi, tetapi juga sebagai jembatan edukasi keuangan.

Ia aktif menjelaskan manfaat menabung, pentingnya memiliki rekening, serta penggunaan layanan perbankan formal. Pendekatan personal membuat warga perlahan mulai memahami dan memanfaatkan layanan tersebut.

Upaya edukasi itu membuahkan hasil. Kepercayaan masyarakat tumbuh, transaksi meningkat, dan perputaran ekonomi desa menjadi lebih efisien.

Setelah delapan tahun menjalankan peran sebagai BRILink Agen, Rumiatun mengaku bersyukur mendapat kesempatan dari BRI. Ia berharap dapat terus mengembangkan layanan sebagai tambahan usaha.

Ke depan, ia berupaya meningkatkan jumlah transaksi dan memperluas jaringan pelanggan. Ia meyakini pelayanan yang konsisten, jujur, dan amanah akan menjaga kepercayaan masyarakat.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menyampaikan bahwa BRI terus mendorong inklusi keuangan dengan melibatkan masyarakat sebagai BRILink Agen.

Hingga akhir Desember 2025, jumlah BRILink Agen telah mencapai lebih dari 1,1 juta agen atau tumbuh 12,2 persen secara tahunan. Agen tersebut tersebar di 66 ribu desa dan menjangkau lebih dari 80 persen wilayah Indonesia, termasuk daerah terdepan, terluar, dan tertinggal.

“Peran BRILink Agen tersebut kini telah bertransformasi, dari penyedia layanan transaksi menjadi lifestyle micro provider. Hal tersebut menggambarkan konsistensi BRI dalam membangun ekosistem keuangan yang inklusif dan memberdayakan,” pungkas Akhmad.

Transformasi tersebut menunjukkan bahwa layanan keuangan tidak lagi terpusat di kota besar. Melalui jaringan agen, akses perbankan kini hadir lebih dekat dengan masyarakat desa.

Kisah Rumiatun di Desa Prigi menjadi gambaran bagaimana inklusi keuangan dapat tumbuh dari inisiatif lokal. Dari sebuah kios pupuk, kini lahir pusat layanan keuangan yang menopang aktivitas ekonomi warga.

Langkah kecil itu membuktikan bahwa kolaborasi antara institusi keuangan dan masyarakat mampu mendorong pemerataan akses serta memperkuat fondasi ekonomi desa secara berkelanjutan.

(tim)

No more pages