Logo Bloomberg Technoz

Melemahnya IHSG merupakan efek secara langsung dari tertekannya sejumlah saham big caps.

Saat ini, IHSG diproyeksi masih cenderung tertekan dengan target support terdekat pada 7.885 – 7.715 dengan resistance pada level 8.000 – 8.060. 

“Arah pergerakan pasar dalam jangka pendek masih akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan konflik geopolitik antara AS dan Iran, terutama jika eskalasi konflik semakin meluas dan berdampak pada stabilitas pasar energi global,” mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas.

CGS International Sekuritas Indonesia memaparkan, Berlanjutnya kenaikan harga komoditas energi diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar.

Namun memang, melemahnya mayoritas Bursa Wall Street, wacana kenaikan RKAB nikel, dan besarnya aksi jual investor asing berpeluang menjadi sentimen negatif untuk IHSG. 

“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 7.825 – 7.710 dan resistance 8.055 – 8.170,” tulis riset CGS International.

(naw)

No more pages