Logo Bloomberg Technoz

Anno, yang sebelumnya merupakan insinyur dan eksekutif startup teknologi, berbicara saat AI semakin dianggap sebagai ancaman bagi pekerja di ekonomi global. 

Citrini Research, sebuah lembaga riset berbasis di New York, belum lama memperingatkan tentang potensi “spiral penggantian tenaga kerja manusia oleh AI,”  di mana perusahaan-perusahaan mempercepat investasi dalam AI seraya sambil mengurangi jumlah karyawan. Laporan tersebut memicu kekhawatiran di pasar modal pekan lalu, memicu penjualan massal saham-saham di sektor pengiriman, pembayaran, dan perangkat lunak yang dianggap paling rentan.

Guna melindungi masyarakat dari potensi “masyarakat pasca-kerja” atau kesenjangan pendapatan yang kian mengangam ada baiknya pemerintah lokal mempertimbangkan kredit pajak yang dapat dikembalikan atau bahkan pendapatan dasar, kata Anno. Langkah-langkah tersebut akan lebih efektif menargetkan rumah tangga rentan daripada pemotongan pajak konsumsi, yang cenderung lebih menguntungkan kelompok berpenghasilan tinggi, ujarnya.

Perdana Menteri Sanae Takaichi berniat memperkenalkan kredit pajak yang dapat dikembalikan dan menangguhkan sementara pajak penjualan 8% atas makanan selama dua tahun sebagai langkah sementara. Pemerintahannya telah membentuk panel lintas partai untuk membahas langkah-langkah tersebut, dengan Team Mirai diundang untuk berpartisipasi.

Sebelum pemilu bulan lalu, Team Mirai adalah satu-satunya partai yang menentang pemotongan pajak penjualan. 

Walau kemungkinan kecil Mirai dapat mempengaruhi bentuk akhir kebijakan pajak mengingat status minoritasnya di panel, Anno menyarankan ia tidak akan mundur dari debat. “Jika diberi kesempatan untuk berbicara, kami akan dengan tegas menyampaikan pandangan kami dan terlibat dalam debat konstruktif,” kata Anno setelah menghadiri pertemuan pertama panel pada Kamis sebagai perwakilan partai oposisi tunggal.

Meski ada risiko yang terkait dengan AI, Anno menekankan bahwa Jepang harus mempercepat investasi dalam teknologi ini, menyebut ketidakberdayaan sebagai skenario terburuk. “Jika tak ada adopsi AI, pertumbuhan ekonomi Jepang akan tertinggal dari negara lain dan defisit perdagangan kemungkinan akan melebar,” katanya, sambil menambahkan bahwa pengemudian otonom dapat menjadi area fokus awal.

Terkait strategi investasi Takaichi, Anno mengatakan pengeluaran untuk AI harus ditingkatkan. Perdana Menteri sebelumnya telah mengidentifikasi 17 sektor prioritas, mulai dari manga hingga ruang angkasa, dengan rencana untuk mengumumkan peta jalan pada bulan ini. Hingga saat ini, pemerintah belum mengungkap rincian mengenai tingkat pendanaan dan alokasi.

“Bahkan di antara 17 bidang strategis, pentingnya AI jauh melebihi yang lain. Alokasi sumber daya harus mencerminkan hal itu,” kata Anno.

(bbn)

No more pages