Orang-orang yang mengetahui penyelidikan tersebut mengatakan bahwa sebuah Al-Quran ditemukan di dalam kendaraan dan bahwa ia mengenakan jaket hoodie bertuliskan "Milik Allah."
Menurut Kepala EMS Austin-Travis County, Rob Luceritz, 17 orang dirawat. Tiga orang dinyatakan meninggal di tempat kejadian dan 14 orang dibawa ke rumah sakit, termasuk tiga orang dalam kondisi kritis. Petugas medis mulai merawat pasien dalam waktu 57 detik setelah panggilan pertama, katanya.
Alex Dorne, penjabat agen khusus yang bertanggung jawab atas kantor lapangan FBI San Antonio, mengatakan bahwa para penyelidik menemukan "indikator pada subjek dan di dalam kendaraannya" yang menunjukkan "potensi keterkaitan dengan terorisme." Ia mengatakan masih terlalu dini untuk menentukan motifnya. Satuan Tugas Terorisme Gabungan terlibat.
Orang-orang tersebut mengidentifikasi tersangka sebagai Ndiaga Diagne, 52 tahun. Lahir di Senegal, ia telah berada di AS sejak tahun 2000, sebelumnya tinggal di New York dan merupakan warga negara AS yang dinaturalisasi, kata orang-orang tersebut. Ia juga memiliki riwayat penyakit mental yang terdokumentasi, kata mereka.
Pihak berwenang sempat memanggil personel penjinak bahan peledak setelah mengidentifikasi barang-barang di dalam kendaraan yang menimbulkan kekhawatiran, tetapi para pejabat mengatakan tidak ada alat peledak yang ditemukan. Para penyelidik sedang meninjau bukti dan informasi latar belakang saat mereka berupaya menentukan apakah serangan itu bermotivasi ideologis.
(bbn)




























