Logo Bloomberg Technoz

"Suppliers credit juga ada kan. Ke Boeing kita juga bisa nyicil. Itu semua negosiasi yang nanti harus dilakukan," tutur dia.

Hanya saja, Rohan menggarisbawahi hal yang urgen saat ini dalam proses negosiasi adalah waktu pengiriman atau delivery time unit pesawat yang membutuhkan waktu cukup lama.

Padahal, Garuda, kata dia, membutuhkan tambahan armada yang bersifat mendesak. Hal ini menjadi tantangan tersendiri Danantara untuk menyusun strategi yang efisien jika masih ada hambatan pengiriman tersebut.

"Semua kendalanya satu, di delivery time. Mau milih jenis pesawat yang sama, kalau delivery time-nya tidak segera, kita harus putar otak dulu," kata dia.

Sebelumnya, Pemerintah memastikan Indonesia juga akan membeli sebanyak 50 unit pesawat Boeing, sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam perjanjian dagang antara RI dan Amerika Serikat. 

Proses pembelian pesawat akan dilakukan melalui Danantara. "Dari kesepakatan tarif resiprokal, memang ada kesepakatan pembelian 50 pesawat Boeing yang nantinya akan kita bicarakan. Akan kita lanjutkan," ujar Menteri BKPM Rosan Roeslani, belum lama ini.

Penandatanganan perjanjian tersebut juga telah diteken lewat Agreement on Reciprocal Tariff (ART) antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Perwakilan AS Jamieson Greer.

(ain)

No more pages