Logo Bloomberg Technoz

Djoko mengungkapkan seluruh pekerjaan perawatan sumur dilaksanakan tanpa rig besar atau rigless dan hanya menggunakan CTU, dengan total waktu pengerjaan selama 21 hari.

Dia mengatakan estimasi biaya yang sudah dikeluarkan dikeluarkan sebesar 73,31% dari nilai authorization for expenditure (AFE). 

“Keberhasilan kegiatan perawatan sumur ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan produksi gas secara nasional pada 2026,” tegas Djoko.

Blok Corridor tercatat memiliki 7 lapangan produksi gas dan 1 lapangan produksi minyak, seluruhnya berlokasi di Sumatra Selatan.

Penjualan gas dari blok tersebut dilakukan melalui kontrak jangka panjang kepada pembeli di Singapura dan Indonesia, termasuk PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS), PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), PT Pupuk Sriwijaya, dan PT Energasindo Heksa Karya.

Adapun, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada medio Desember 2023 telah resmi menyetujui pengajuan amendemen production cost sharing (PSC) di Blok Corridor.

Dengan demikian, PSC Corridor kembali menjadi kontrak bagi hasil atau cost recovery dari sebelumnya dengan skema gross split.

Per akhir 2023, total penyerahan harian gas berdasarkan kontrak dari Blok Corridor telah mencapai di kisaran 700 billion british thermal unit per day (BBtud), dengan alokasi penjualan 83% untuk pembeli domestik, dan sisanya 17% diekspor ke Singapura.

Menurut catatan Medco, produksi gas di Blok Corridor dilaporkan mencapai sekitar 500 MMscfd pada 2022. Tahun berikutnya, produksinya turun menjadi 400 MMscfd lantaran beberapa lapangan eksplorasi telah memasuki masa tua atau mature.

Sekadar catatan, Repsol E&P, S.à.r.l.pada tahun lalu sudah melepas kepemilikan sahamnya ke PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC).

Sebelum akuisisi tersebut, pemegang saham di salah satu blok gas terbesar di Indonesia tersebut terbagi atas Medco dengan porsi 46%, Repsol melalui Talisman Corridor Ltd. sebesar 24%, dan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Corridor sebesar 30%.

Blok tersebut sebelumnya dikelola oleh ConocoPhillips Ltd. sebelum diakuisisi Medco.

(azr/wdh)

No more pages