Logo Bloomberg Technoz

Dari global, AS mengenakan tarif tinggi panel surya ke Indonesia (104,38%) yang meningkatkan kegelisahan tekanan ekspor dan eskalasi proteksionisme. Tensi AS–Iran yang berpotensi melibatkan Rusia dan China turut memicu risk-off di emerging markets.

“Dari domestik, implementasi aturan minimum free float 15% memunculkan kekhawatiran potensi notasi khusus hingga risiko delisting bagi emiten yang belum siap, mendorong aksi jual,” tulis riset BRI Danareksa Sekuritas.

Secara teknikal, IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan terbatas menuju 8.150 dengan resistance di 8.350. Pasar menanti perkembangan negosiasi AS–Iran yang akan mempengaruhi arus risk asset dan pergerakan komoditas.

Saham-saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah TINS, HRTA, dan INDF.

Menyitir Phintraco Sekuritas, Sentimen negatif berasal dari berita Departemen Perdagangan AS akan memberlakukan tarif atas sel dan panel surya yang diimpor dari perusahaan–perusahaan di India, Indonesia dan Laos, dengan alasan industri panel surya di tiga negara tersebut dilindungi subsidi. 

AS menetapkan tarif sebesar 125,87% untuk produk ini dari India, 104,38% untuk impor dari Indonesia dan 80,67% untuk impor dari Laos. Selain tarif umum, AS juga menghitung tarif individu bagi perusahaan. Di Indonesia, PT Blue Sky Solar dikenakan tarif 143,3% dan PT REC Solar Energy dikenakan tarif 85,99%.

Menambah sentimen negatif, S&P Global Ratings memperingatkan meningkatnya tekanan fiskal, khususnya kenaikan biaya pembayaran utang, memperbesar risiko penurunan terhadap profil kredit Indonesia dan dapat memicu tindakan peringkat negatif. 

Peringatan tersebut menunjukkan kekhawatiran yang semakin meluas terhadap posisi fiskal Indonesia.

“Secara teknikal, penurunan IHSG tertahan MA-20 di kisaran level 8.204, namun pembentukan histogram positif MACD kembali mengecil dan stochastic RSI membentuk death cross di overbought area,” papar Phintraco.

Sehingga IHSG berpotensi lanjutkan pelemahan menuju level 8.150 pada perdagangan Jumat.

Sedang, saham-saham pilihan Phintraco Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah TOBA, ASII, INDF, SIDO, dan TLKM.

Kemudian CGS International Sekuritas Indonesia memaparkan, Melemahnya Bursa Wall Street dan turunnya sebagian besar harga komoditas diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. 

Sementara itu, adanya aksi jual investor asing juga berpotensi menjadi tambahan sentimen negatif untuk IHSG. 

“IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan kisaran support 8.125–8.015 dan resist 8.345–8.455,” terang CGS International Sekuritas.

Saham–saham pilihan versi CGS meliputi saham TLKM, ASII, INDF, AADI, BBTN, dan BBRI.

Panin Sekuritas juga memproyeksikan IHSG berpotensi melemah, disebabkan oleh kekhawatiran potensi downgrade rating obligasi dalam jangka menengah, serta melemahnya sebagian besar komoditas di hari ini.

“Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan melemah,” mengutip riset harian Panin Sekuritas.

Saham-saham pilihan Panin Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah PWON, AADI, dan ASII.

(fad)

No more pages