Logo Bloomberg Technoz

"Hari ini, perbatasan kita aman, semangat kita pulih. Inflasi terjun bebas, pendapatan naik cepat," klaim Trump. "Ekonomi kita mengaum tidak seperti sebelumnya, dan musuh-musuh kita ketakutan. Militer dan polisi kita diperkuat, dan Amerika kembali dihormati, mungkin seperti belum pernah terjadi sebelumnya."

Dalam satu bagian pidatonya, presiden menyatakan bahwa “kita menang begitu banyak sampai-sampai kita bahkan tidak tahu harus berbuat apa lagi”. Untuk mempertegas klaim kemenangannya, Trump bahkan menghadirkan tim hoki putra AS peraih medali emas Olimpiade ke dalam ruang sidang.

Namun, data menunjukkan realitas yang berbeda. Jajak pendapat Washington Post-ABC News-Ipsos yang dirilis Minggu menunjukkan 60% warga Amerika tidak puas dengan kinerja Trump. Bahkan, survei CNN terbaru mencatat tingkat persetujuan Trump di kalangan pemilih independen menyentuh angka terendah, yakni 26%.

Alih-alih mengakui kesulitan anggaran rumah tangga yang dirasakan warga, Trump justru melimpahkan kesalahan pada pendahulunya, Joe Biden. Trump mengeklaim dirinya "mewarisi negara dalam krisis, dengan ekonomi stagnan, inflasi rekor, perbatasan terbuka lebar, dan kekacauan di seluruh dunia."

Pernyataan Trump, serta respons dari Partai Demokrat, diperkirakan akan menentukan arah narasi menuju pemilu paruh waktu November, yang berpotensi mengakhiri dominasi Partai Republik di kedua kamar Kongres. Partai Demokrat mendapat dorongan seiring menurunnya penilaian publik terhadap penanganan ekonomi oleh Trump, yang dipicu kekhawatiran atas tingginya harga dan kebijakan tarifnya.

Sebagai strategi pemulihan narasi, Gedung Putih menyatakan Trump akan menonjolkan upaya penciptaan lapangan kerja, komitmen investasi triliunan dolar, serta upaya menekan harga obat-obatan. Trump juga mendorong undang-undang yang melarang investor institusional membeli rumah tinggal tunggal (single-family homes) dan memaksa perusahaan teknologi memikul lebih banyak biaya energi.

Trump juga berencana menuntut Partai Demokrat memulihkan pendanaan untuk Departemen Keamanan Dalam Negeri, serta menyoroti intervensinya di Belahan Barat setelah serangkaian serangan militer terhadap kapal-kapal yang diduga terlibat perdagangan narkoba dan penangkapan tokoh kuat Venezuela, Nicolas Maduro.

Di sisi lain, Trump memuji pemerintahan baru di Venezuela sebagai mitra dan mengeklaim AS telah menerima 80 juta barel minyak dari Caracas setelah operasi militer penangkapan Nicolas Maduro.

Trump diperkirakan akan menggunakan panggung tersebut untuk merayakan pencapaiannya alih-alih melakukan koreksi arah kebijakan. Ia justru tampak bertekad membungkus dirinya dengan simbol nasionalisme, menyoroti peringatan 250 tahun AS dan mengusung tema patriotik untuk merangkul warga yang mulai kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinannya.

“Ini benar-benar sebuah perubahan besar yang bersejarah. Dan kita tidak akan pernah kembali ke kondisi seperti beberapa waktu lalu. Kita tidak akan mundur,” kata Trump.

Tamu undangannya termasuk Erika Kirk, janda aktivis konservatif Charlie Kirk yang tewas, serta Sage Blair, seorang perempuan muda yang kisahnya menjadi sorotan dalam perdebatan mengenai hak transgender. Trump juga akan mengumumkan rencana pemberian Medal of Honor kepada seorang veteran Perang Korea berusia 100 tahun, menurut CBS. Ibu Negara Melania Trump mengundang seorang anak berusia 10 tahun yang disebut sebagai “advokat pendidikan AI” serta penerima manfaat program pengasuhan anak.

Dorongan Isu Keterjangkauan

Dalam beberapa pekan terakhir, Trump secara terbuka mengungkapkan kekesalannya terhadap angka jajak pendapat dan fokus publik pada isu keterjangkauan biaya hidup. Pekan lalu, ia bahkan mengeklaim telah "menang" dalam isu tersebut—sebuah pernyataan yang justru membuat sejumlah sekutu politiknya merasa tidak nyaman. Trump juga semakin berselisih dengan elemen-elemen di partainya sendiri, serta pihak-pihak yang akan menentukan warisan politiknya. Ia menyerang para hakim Mahkamah Agung—terutama dua hakim yang ia tunjuk sendiri—yang memberikan suara menentang kebijakan tarifnya. Empat hakim terpantau hadir dalam pidato Selasa malam tersebut, yakni Ketua MA John Roberts, serta Hakim Elena Kagan, Brett Kavanaugh, dan Amy Coney Barrett.

Roberts, Kagan, dan Barrett adalah bagian dari barisan hakim yang membatalkan kebijakan tarif tersebut. Sejak putusan keluar pada Jumat lalu, pemerintahan Trump bergegas menyusun serangkaian pajak pengganti yang pada akhirnya memicu kemarahan mitra dagang utama akibat pendekatan yang dinilai kacau tersebut.

Realitas dari banyak inisiatif ini sebenarnya jauh lebih sederhana daripada klaim besar Trump, atau setidaknya masih memerlukan persetujuan Kongres. Upaya Trump untuk menekan biaya hidup ini pun dinilai tersendat-sendat. Contohnya, usulan Trump untuk membatasi bunga kartu kredit maksimal 10% yang diumumkan dengan sangat meriah, namun kini justru terbengkalai karena para angota parlemen di Capitol Hill enggan menindaklanjutinya.

Dalam banyak hal, pidato Selasa malam ini mengingatkan pada pidato serupa yang terjadi empat tahun silam; saat itu, seorang presiden juga sedang merosot di jajak pendapat, didera inflasi yang persisten, konflik luar negeri yang menjengkelkan, serta ancaman kekalahan dalam pemilu paruh waktu. Pidato Joe Biden pada tahun 2022 menjadi pengingat betapa sulitnya menjinakkan kenaikan harga-harga.

Trump sendiri menolak mentah-mentah hasil jajak pendapat dan menyatakan tidak mempercayainya. Baginya, harga bensin dan harga telur adalah indikator utama yang lebih akurat. Ia juga mengumumkan niatnya untuk menominasikan Gubernur Federal Reserve yang baru, Kevin Warsh, yang diharapkan akan secara agresif menurunkan suku bunga demi memacu pertumbuhan. Namun, kebijakan-kebijakan tersebut berisiko memicu kembali inflasi.

Terlepas dari segala kemegahan dan formalitasnya, State of the Union tetap menjadi panggung bagi Trump untuk berbicara langsung kepada para pemilih. Selasa malam merupakan kesempatan bagi sang presiden untuk membangkitkan kembali semangat para sekutunya dan memfokuskan kembali pesan Partai Republik pada isu biaya hidup menjelang pemilu—tentu saja, jika ia mampu tetap patuh pada naskah yang ada.

(bbn)

No more pages