Di samping itu, laporan tersebut muncul ketika Google kerap menghadapi pengawasan terkait cara mereka memastikan keamanan konsumen yang menggunakan toko aplikasi andalannya bagi pengguna Android. Pada November 2025, Komisi Eropa (EC) mengumumkan penyelidikan tentang bagaimana Play Store bersama dengan para pesaingnya, contoh App Store Apple, mengelola risiko soal penipuan keuangan, seperti aplikasi seluler berbahaya yang menyamar sebagai produk perbankan dan keuangan yang sah.
Meskipun Play Store diklaim jelas melakukan pekerjaan yang baik dalam mencegah banyak aplikasi penipuan masuk ke dalamnya, para peneliti pihak ketiga (third-party) sudah menemukan banyak contoh aplikasi yang lolos dari pengawasan selama setahun terakhir. Pada bulan Januari 2025, sebuah laporan dari Cyble Research and Intelligence Labs (CRIL) menemukan 20 aplikasi Android yang dirancang untuk mencuri mata uang kripto di Play Store, yang menyamar sebagai dompet kripto populer dan memalsukan layanan guna menguras dompet pengguna.
(far/wep)



























