Logo Bloomberg Technoz

“Kemampuan untuk melihatnya langsung di garis waktu memberi Anda intuisi apakah semua model sepakat, dan Anda akan mendapatkan salju? Atau setengahnya mengatakan salju dan setengahnya mengatakan hujan?” ujar Grossman.

Jenis data cuaca ini dipandang bisa menjadi produk yang berharga, tak hanya bagi pengguna, tetapi juga bagi developer lainnya. Di Dark Sky, tim tersebut menawarkan antarmuka pemrograman aplikasi application programming interface (API) cuacanya kepada developer dengan biaya tertentu. 

Pasca diakuisisi oleh Apple, tim tersebut mengerjakan WeatherKit, perangkat pengembangan yang menyediakan akses ke data cuaca produsen iPhone itu dengan metode langganan atau subscription. Lanut Grossman, timnya belum memutuskan apakah API pengembang akan menjadi bagian dari penawaran Acme Weather.

Sebaliknya, Acme Weather adalah aplikasi konsumen seharga US$25 (setara dengan Rp420.832) per tahun, dengan uji coba gratis selama dua pekan. Hal ini membantu menutupi biaya yang terkait dengan pengumpulan pelbagai model dan sumber daya cuaca, yang bisa menjadi mahal.

“Sebagian besar waktu kami dihabiskan untuk membangun prakiraan kami sendiri—penyedia data kami sendiri, dalam arti tertentu. Dan ini memungkinkan kami melakukan hal-hal seperti membuat beberapa prakiraan…[dan] membuat peta apa pun yang kami inginkan, daripada harus bergantung pada penyedia peta pihak ketiga,” tutur Grossman.

Ketika diluncurkan, Acme Weather menawarkan berbagai peta, sebagai contoh, radar, petir, total curah hujan dan salju, serta angin, suhu, kelembapan, tutupan awan, hingga jalur badai. Fitur lainnya, Laporan Komunitas (Community Reports), memungkinkan pengguna untuk berbagi informasi tentang kondisi terkini mereka guna meningkatkan pelaporan cuaca waktu nyata (real-time) pada aplikasi.

Meski Dark Sky sudah menjadi aplikasi cuaca favorit karena kemampuannya yang luar biasa dalam memprediksi kapan hujan bakal mulai turun di lokasi pengguna, Acme Weather bertujuan untuk meningkatkan hal ini dan bahkan menghadirkan sejumlah fitur yang dinilai menyenangkan. Aplikasi tersebut menyertakan notifikasi bawaan untuk hal-hal umum seperti hujan, petir di sekitar, laporan komunitas, peringatan cuaca buruk yang dikeluarkan pemerintah, dan masih banyak lagi. 

Acme Weather akan bereksperimen dengan peringatan seperti prediksi pelangi atau kapan pengguna mungkin melihat matahari terbenam yang indah. Data ini akan tersedia di bagian khusus “Acme Labs” dalam aplikasi, dan Grossman menyebut mereka bakal bersikap konservatif dengan prediksi timnya, mengingat tingkat kesulitannya.

Pengguna pun bisa menyesuaikan notifikasi mereka untuk fokus pada peristiwa cuaca yang mereka pedulikan, misalnya angin atau indeks sinar ultraviolet (UV), atau kemungkinan hujan dalam 24 jam ke depan. Grossman mencatat bahwa kemampuan untuk mencoba ide-ide baru adalah bagian dari hal yang menarik di timnya untuk kembali membangun aplikasi indie.

“Saya sangat menyukai Apple…tetapi sebagai perusahaan besar, sulit untuk mencoba ide-ide baru yang aneh dan eksperimental. Jika Anda memiliki satu miliar pengguna, kesalahan akan sangat mahal,” ungkap dia.  “Ada siklus pengembangan perangkat lunak (software development) yang panjang, ada banyak pemangku kepentingan (stakeholder), gagasan untuk dapat mencoba banyak hal, menurut saya, sangat menarik.”

Sementara itu, kini Acme Weather telah tersedia di iOS—sistem operasi perangkat lunak yang dikembangkan oleh Apple. Untuk versi Android, sedang direncanakan.

Tim tersebut didanai sendiri dan termasuk para pendiri bersama Josh Reyes dan Dan Abrutyn, yang sebelumnya juga bekerja di Dark Sky. Tenaga kerja yang kecil ini terdiri dari eks anggota dari Dark Sky dan karyawan baru.

(wep)

No more pages