Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam pernyataan terpisah mengungkap, setiap permintaan kendaraan yang bisa dipenuhi dalam negeri berdampak pada ekonomi.
Skala perhitungannya, setiap 70.000 unit pemesanan mampu mendorong aktivitas bernilai Rp27 triliun. Di dalamnya termasuk penyerapan tenaga kerja hingga penciptaan nilai tambah karena ekosistem industri hulu yang berkembang.
“Sebaliknya, jika dipenuhi melalui impor, manfaat tersebut justru dinikmati industri luar negeri,” terang AGK pekan lalu.
Sebelumnya disampaikan bahwa rencana Agrinas mengimpor utuh pikup dilakukan guna memenuhi distribusi pangan dengan klaim tambahan demi harga lebih kompetitif. Sebanyak 105.000 unit kendaraan asal India siap didatangkan. Rinciannya adalah
- 35.000 unit mobil pikap 4x4 produksi Mahindra & Mahindra Ltd
- 35.000 unit pikap 4x4 produksi Tata Motors, serta
- 35.000 unit truk roda enam produksi Tata Motors
CEO Divisi Otomotif Mahindra & Mahindra Ltd, Nalinikanth Gollagunta dalam penryatan resmi sebut bahwa perusahaan bersama Agrinas Pangan Nusantara berkolaborasi demi memastikan kendaraan yang dikirim memenuhi kebutuhan operasional lapangan, hingga serta biaya operasional yang efisien.
(wep)































