Logo Bloomberg Technoz

Sementara itu, tingkat ketidakpuasan yang relatif lebih tinggi di Jawa dan Sumatera dinilai mencerminkan ekspektasi publik yang besar terhadap stabilitas ekonomi dan daya beli.

Optimisme terhadap Masa Depan Indonesia

Presiden Prabowo Subianto di Taklimat Presden RI pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026. (Youtube Setpres)

Tingkat kepuasan tersebut sejalan dengan tingginya keyakinan masyarakat terhadap masa depan Indonesia. Berdasarkan survei, kawasan Indonesia Timur kembali mencatat optimisme tertinggi: Sulawesi sebesar 93,89 persen, Kalimantan 86,81 persen, dan Maluku 85,48 persen. Adapun Jawa dan Sumatera masing-masing berada di angka 80,97 persen dan 82,45 persen.

Menurut Ali, hasil ini menunjukkan tingkat keyakinan yang kuat terhadap arah pemerintahan.
“Ini konsisten dengan data approval rating sebelumnya yang juga tinggi di kawasan ini,” ujarnya.

Ali menambahkan, wilayah barat dan kawasan urban tetap menunjukkan optimisme yang kuat, meskipun lebih kritis. Masyarakat di wilayah ini memiliki ekspektasi tinggi, terutama dalam penyelesaian persoalan ekonomi seperti penciptaan lapangan kerja dan stabilitas harga kebutuhan pokok.

Secara keseluruhan, survei ini menggambarkan bahwa pemerintahan memiliki basis optimisme yang luas secara geografis. Tantangan ke depan adalah menjaga konsistensi kebijakan agar optimisme tinggi di Indonesia Timur tetap terpelihara, sekaligus memenuhi ekspektasi masyarakat di wilayah barat.

Adapun tingkat keyakinan terhadap masa depan pemerintahan jika dilihat dari kelompok generasi, paling tinggi berada pada Generasi X sebesar 86,40 persen, disusul Baby Boomers 85,88 persen, Milenial 83,77 persen, dan Generasi Z 76,88 persen.

Menurut Ali, Gen Z memiliki tingkat yakin paling rendah (76,88%) dan tidak yakin paling tinggi (21,21%). Namun tetap mayoritas yakin. “Gen Z cenderung lebih kritis dan reflektif. Kelompok ini sangat sensitif terhadap isu pekerjaan, upah, dan mobilitas sosial. Generasi muda tetap menunjukkan optimisme, namun disertai ekspektasi tinggi dan sikap kritis yang sehat terhadap arah kebijakan,” jelas Ali.

(red)

No more pages