"Pada saat pemantauan terakhir, pesawat baru saja menyelesaikan misi distribusi ke Long Bawan dan sedang dalam rute kembali menuju Bandara Juwata, Tarakan," tutur dia.
Kronologi
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa mengatakan, pesawat t jenis Air Tractor AT-802 registrasi PK-PAA tersebut dinyatakan telah laik terbang lewat pemeriksaan rutin per 11 Februari 2026 lalu.
"Informasi terakhir yang kami peroleh pada pukul 15.16 WITA pilot atas nama Capt. Hendrick Lodewyck Adam dinyatakan meninggal dunia," ujarnya dalam keterangan resmi.
Lukman mengatakan, pesawat berangkat dari Bandar Udara Long Bawan pada pukul 04.10 UTC (12.10 WITA) menuju Bandar Udara Tarakan dengan membawa muatan BBM Pertamina dengan estimasi waktu kedatangan di Tarakan pada pukul 05.15 UTC (13.15 WITA).
Pilot menyampaikan kepada petugas ATC Tarakan waktu perkiraan pesawat Abeam Malinau pada pukul 04.24 UTC (12.24 WITA), namun pada pukul 04.20 UTC (12.20 WITA), diterima sinyal Emergency Locator Transmitter (ELT) dari pesawat tersebut.
Berdasarkan data awal, lanjut dia, penyebab kejadian kecelakaan pesawat yang mengangkut 1 (satu) orang crew atau pilot saat ini masih dalam penyelidikan.
Insiden ini juga sekaligus menambah kecelakaan pesawat domestik awal 2026 ini, yang sebelumnya atau akhir Januari lalu terjadi pada Smart Air dengan tipe pesawat C208B registrasi PK-SNS rute Nabire (NBX) - Kaimana (KNG) melakukan pendaratan darurat di Bandar Udara Douw Aturure Nabire.
Kemudian, pada 17 Januari, Pesawat ATR jenis 42-500 dengan nomor lambung PK THT jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, yang menewaskan seluruh awak sebanyak 10 orang.
(ell)





























