Muatan listrik yang naik ke permukaan kemudian mengionisasi udara sehingga muncul cahaya mirip petir. Meski begitu, Daryono menekankan bahwa fenomena ini relatif jarang dan biasanya terkait gempa besar dengan karakter patahan tertentu.
Selain kilatan cahaya, gempa dangkal dengan hiposenter kurang dari 10 kilometer juga dapat menimbulkan suara dentuman. Menurutnya, gelombang seismik berfrekuensi tinggi dari sumber yang dekat permukaan bisa terdengar seperti ledakan atau benda berat jatuh.
“Fenomena ini tidak selalu terjadi, tetapi lebih mungkin muncul pada gempa dangkal di zona sesar aktif dan batuan keras. Yang penting masyarakat tetap fokus pada keselamatan dan tidak terpengaruh informasi yang tidak ilmiah,” pungkasnya.
(dec)
No more pages






























