Logo Bloomberg Technoz

Gelombang Panas Hantam India, Suhu Mencapai 47C

News
20 May 2024 19:30

Pejalan kaki mencoba mendinginkan tubuh dengan kain basah saat suhu tinggi di New Delhi, India, Sabtu (18/5/204). (Anindito Mukherjee/Bloomberg)

Pejalan kaki mencoba mendinginkan tubuh dengan kain basah saat suhu tinggi di New Delhi, India, Sabtu (18/5/204). (Anindito Mukherjee/Bloomberg)

Gelombang panas yang mematikan melanda beberapa negara bagian di India utara. (Anindito Mukherjee/Bloomberg)

Gelombang panas yang mematikan melanda beberapa negara bagian di India utara. (Anindito Mukherjee/Bloomberg)

Distrik Najafgarh di Delhi mencatat suhu 47,8 derajat Celsius, tertinggi di negara itu pada musim ini. (Anindito Mukherjee/Bloomberg)

Distrik Najafgarh di Delhi mencatat suhu 47,8 derajat Celsius, tertinggi di negara itu pada musim ini. (Anindito Mukherjee/Bloomberg)

Musim panas di India, yang berlangsung dari bulan Maret hingga September, biasanya panas dan lembap. (Anindito Mukherjee/Bloomberg)

Musim panas di India, yang berlangsung dari bulan Maret hingga September, biasanya panas dan lembap. (Anindito Mukherjee/Bloomberg)

Perubahan iklim meningkatkan intensitas gelombang panas, hujan deras, siklon, dan kekeringan di seluruh India. (Anindito Mukherjee/Bloomberg)

Perubahan iklim meningkatkan intensitas gelombang panas, hujan deras, siklon, dan kekeringan di seluruh India. (Anindito Mukherjee/Bloomberg)

Ratusan orang sudah meninggal setiap tahun karena serangan panas, banjir, sambaran petir, dan tanah longsor. (Anindito Mukherjee/Bloomberg)

Ratusan orang sudah meninggal setiap tahun karena serangan panas, banjir, sambaran petir, dan tanah longsor. (Anindito Mukherjee/Bloomberg)

Pejalan kaki mencoba mendinginkan tubuh dengan kain basah saat suhu tinggi di New Delhi, India, Sabtu (18/5/204). (Anindito Mukherjee/Bloomberg)
Gelombang panas yang mematikan melanda beberapa negara bagian di India utara. (Anindito Mukherjee/Bloomberg)
Distrik Najafgarh di Delhi mencatat suhu 47,8 derajat Celsius, tertinggi di negara itu pada musim ini. (Anindito Mukherjee/Bloomberg)
Musim panas di India, yang berlangsung dari bulan Maret hingga September, biasanya panas dan lembap. (Anindito Mukherjee/Bloomberg)
Perubahan iklim meningkatkan intensitas gelombang panas, hujan deras, siklon, dan kekeringan di seluruh India. (Anindito Mukherjee/Bloomberg)
Ratusan orang sudah meninggal setiap tahun karena serangan panas, banjir, sambaran petir, dan tanah longsor. (Anindito Mukherjee/Bloomberg)

Bloomberg, Gelombang panas yang mematikan melanda beberapa negara bagian di India utara, sementara wilayah selatan mengalami hujan lebat pra-musim, menimbulkan risiko kesehatan bagi ratusan ribu orang yang berpartisipasi dalam kampanye pemilu.

Departemen Meteorologi India memperingatkan pada hari Jumat bahwa beberapa wilayah di Delhi, Rajasthan, Punjab, dan Uttar Pradesh akan menghadapi cuaca panas dan lembab selama lima hari, dengan suhu maksimum melebihi 47C (117F). Mereka juga memprediksi “hujan sangat lebat” di Tamil Nadu dan Kerala.

Perubahan iklim meningkatkan intensitas dan frekuensi gelombang panas, hujan deras, siklon, dan kekeringan di seluruh India, negara terpadat di dunia dan produsen utama biji-bijian, gula, dan kapas. Ratusan orang sudah meninggal setiap tahun karena serangan panas, banjir, sambaran petir, dan tanah longsor.

Badan meteorologi mengatakan bahwa suhu maksimum kemungkinan akan naik hingga 3C di beberapa wilayah di India barat laut dalam dua hari ke depan, dan naik sebesar 2C hingga 4C di beberapa tempat di wilayah tengah, timur, dan barat hingga hari Selasa. Hujan diperkirakan akan terjadi di negara bagian Kerala, Karnataka, Tamil Nadu, dan Assam

(bbn)