Logo Bloomberg Technoz

Kala Pasar Tasik Tanah Abang Diserbu Pemburu Gamis 'Bini Orang'

Andrean Kristianto
26 February 2026 19:13

Pengunjung melihat pakaian gamis bini orang di Pasar Tasik, Cideng, Jakarta Pusat, Kamis (26/2/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pengunjung melihat pakaian gamis bini orang di Pasar Tasik, Cideng, Jakarta Pusat, Kamis (26/2/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Tren busana Lebaran 2026 bertajuk gamis “bini orang” ramai diperbincangkan di media sosial. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Tren busana Lebaran 2026 bertajuk gamis “bini orang” ramai diperbincangkan di media sosial. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Viralnya tren gamis “bini orang” membawa berkah bagi pedagang pakaian di Pasar Tasik Cideng Tanah Abang. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Viralnya tren gamis “bini orang” membawa berkah bagi pedagang pakaian di Pasar Tasik Cideng Tanah Abang. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Viralnya gamis “bini orang” membuat omzet pedagang gamis meningkat hingga 80%. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Viralnya gamis “bini orang” membuat omzet pedagang gamis meningkat hingga 80%. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Istilah gamis “bini orang” bukan nama resmi dari desainer atau industri fesyen besar.. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Istilah gamis “bini orang” bukan nama resmi dari desainer atau industri fesyen besar.. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Sebutan tersebut pertama kali dipopulerkan penjual di Tanah Abang sebagai strategi pemasaran untuk model gamis. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Sebutan tersebut pertama kali dipopulerkan penjual di Tanah Abang sebagai strategi pemasaran untuk model gamis. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Ramainya tren gamis bini orang tidak hanya di Jakarta, banyak pedagang di luar pulau Jawa membeli dengan jumlah besar. (Bloomberg Technoz/Andrean)

Ramainya tren gamis bini orang tidak hanya di Jakarta, banyak pedagang di luar pulau Jawa membeli dengan jumlah besar. (Bloomberg Technoz/Andrean)

Pasar Tasik yang para pedagangnya berjualan menggunakan mobil tampak ramai dikunjungi pembeli karena harga yang ditawarkan cukup kompetitif.

Pasar Tasik yang para pedagangnya berjualan menggunakan mobil tampak ramai dikunjungi pembeli karena harga yang ditawarkan cukup kompetitif.

Pengunjung melihat pakaian gamis bini orang di Pasar Tasik, Cideng, Jakarta Pusat, Kamis (26/2/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Tren busana Lebaran 2026 bertajuk gamis “bini orang” ramai diperbincangkan di media sosial. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Viralnya tren gamis “bini orang” membawa berkah bagi pedagang pakaian di Pasar Tasik Cideng Tanah Abang. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Viralnya gamis “bini orang” membuat omzet pedagang gamis meningkat hingga 80%. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Istilah gamis “bini orang” bukan nama resmi dari desainer atau industri fesyen besar.. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Sebutan tersebut pertama kali dipopulerkan penjual di Tanah Abang sebagai strategi pemasaran untuk model gamis. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Ramainya tren gamis bini orang tidak hanya di Jakarta, banyak pedagang di luar pulau Jawa membeli dengan jumlah besar. (Bloomberg Technoz/Andrean)
Pasar Tasik yang para pedagangnya berjualan menggunakan mobil tampak ramai dikunjungi pembeli karena harga yang ditawarkan cukup kompetitif.

Bloomberg Technoz, Jakarta - Tren busana Lebaran 2026 bertajuk gamis “bini orang” ramai diperbincangkan di media sosial. Viralnya tren tersebut membawa berkah bagi pedagang pakaian di Pasar Tasik Cideng Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Sentra grosir ini dikenal sebagai tujuan warga untuk berburu pakaan menjelang Ramadan. Banyak pembeli datang mencari gamis “bini orang”, sebagaimana disampaikan salah satu pedagang setempat.

“Sejak viral, dari bulan lalu banyak yang cari gamis “bini orang” penjualan bisa naik 80% otomatis omzet naik misal dari Rp10 juta bisa sekarang Rp80 sampai Rp100 juta,” kata Ayra, pedagang yang berjualan di Pasar Tasik Cideng Tanah Abang, Kamis (26/2).

Istilah gamis bini orang bukan nama resmi dari desainer atau industri fesyen besar. Sebutan tersebut pertama kali dipopulerkan penjual di Tanah Abang sebagai strategi pemasaran untuk model gamis yang sedang tren, terinspirasi dari gaya busana figur publik hingga melekat dan ramai dibicarakan di media sosial.

(dre/ain)