Logo Bloomberg Technoz

Rusia Kembali Serang Kyiv Tewaskan Warga Sipil Ukraina

Redaksi
08 September 2025 15:09

Warga melihat bangunan yang rusak akibat serangan udara Rusia di Kyiv, Ukraina, Minggu (7/9/2025). (Andrew Kravchenko/Bloomberg)

Warga melihat bangunan yang rusak akibat serangan udara Rusia di Kyiv, Ukraina, Minggu (7/9/2025). (Andrew Kravchenko/Bloomberg)

Rusia kembali menggempur Ukraina, termasuk Ibu kotanya dengan serangan drone pada Sabtu dini hari menewaskan 2 orang. (Andrew Kravchenko/Bloomberg)

Rusia kembali menggempur Ukraina, termasuk Ibu kotanya dengan serangan drone pada Sabtu dini hari menewaskan 2 orang. (Andrew Kravchenko/Bloomberg)

Sementara itu, Dinas Darurat Negara melaporkan ada 18 orang terluka dan menewaskan bayi dan seorang wanita muda.  (Andrew Kravchenko/Bloomberg)

Sementara itu, Dinas Darurat Negara melaporkan ada 18 orang terluka dan menewaskan bayi dan seorang wanita muda. (Andrew Kravchenko/Bloomberg)

Sebuah apartemen sembilan lantai mengalami kerusakan berat dengan beberapa lantai hancur sebagian. (Andrew Kravchenko/Bloomberg)

Sebuah apartemen sembilan lantai mengalami kerusakan berat dengan beberapa lantai hancur sebagian. (Andrew Kravchenko/Bloomberg)

Pejabat darurat negara mengatakan kebakaran terjadi di dua dari empat lantai sebuah gedung hunian . (Andrew Kravchenko/Bloomberg)

Pejabat darurat negara mengatakan kebakaran terjadi di dua dari empat lantai sebuah gedung hunian . (Andrew Kravchenko/Bloomberg)

Perdana Menteri Ukraina, menguturkan serangan Rusia ini merupakan serangan terbesar yang pernah terjadi. (Andrew Kravchenko/Bloomberg)

Perdana Menteri Ukraina, menguturkan serangan Rusia ini merupakan serangan terbesar yang pernah terjadi. (Andrew Kravchenko/Bloomberg)

Asap juga terlihat membubung dari gedung kabinet menteri Ukraina. (Andrew Kravchenko/Bloomberg)

Asap juga terlihat membubung dari gedung kabinet menteri Ukraina. (Andrew Kravchenko/Bloomberg)

Warga melihat bangunan yang rusak akibat serangan udara Rusia di Kyiv, Ukraina, Minggu (7/9/2025). (Andrew Kravchenko/Bloomberg)
Rusia kembali menggempur Ukraina, termasuk Ibu kotanya dengan serangan drone pada Sabtu dini hari menewaskan 2 orang. (Andrew Kravchenko/Bloomberg)
Sementara itu, Dinas Darurat Negara melaporkan ada 18 orang terluka dan menewaskan bayi dan seorang wanita muda.  (Andrew Kravchenko/Bloomberg)
Sebuah apartemen sembilan lantai mengalami kerusakan berat dengan beberapa lantai hancur sebagian. (Andrew Kravchenko/Bloomberg)
Pejabat darurat negara mengatakan kebakaran terjadi di dua dari empat lantai sebuah gedung hunian . (Andrew Kravchenko/Bloomberg)
Perdana Menteri Ukraina, menguturkan serangan Rusia ini merupakan serangan terbesar yang pernah terjadi. (Andrew Kravchenko/Bloomberg)
Asap juga terlihat membubung dari gedung kabinet menteri Ukraina. (Andrew Kravchenko/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Rusia kembali menggempur Ukraina, termasuk Ibu kotanya dengan serangan drone pada Sabtu dini hari yang menewaskan sedikitnya dua orang di Kyiv. Hal ini sekaligus menandai belum adanya keinginan Moskow untuk menghentikan perang.

Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko lewat Telegram, Minggu (7/9/2025), menyebut dua korban tewas termasuk seorang balita berusia satu tahun. Sementara itu, Dinas Darurat Negara melaporkan ada 18 orang terluka. Asap juga terlihat membubung dari gedung kabinet menteri Ukraina.

Serangan menghantam kawasan permukiman ibu kota. Sebuah apartemen sembilan lantai mengalami kerusakan berat dengan beberapa lantai hancur sebagian. Sejumlah bangunan dan mobil ikut terbakar, termasuk salah satu gedung pemerintah di distrik Pechersk, kata Klitschko.

Rusia meningkatkan intensitas serangan udara dalam beberapa bulan terakhir. Perserikatan Bangsa-Bangsa mencatat Juli menjadi salah satu bulan paling mematikan bagi warga sipil sejak Mei 2022. Pada 28 Agustus lalu, serangan di Kyiv menewaskan setidaknya 25 orang.

(red)