Logo Bloomberg Technoz

Ini Arti Ucapan Anies Soal ‘Wakanda No More Indonesia Forever’

Referensi
15 December 2023 15:42

Anies di Debat Capres (Andrean/Bloomberg Technoz)
Anies di Debat Capres (Andrean/Bloomberg Technoz)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Dalam momen penutupan debat capres 2024, Anies Baswedan, calon presiden nomor urut 1, menggema dengan pernyataan tajamnya: "Wakanda no more Indonesia forever." Namun, apa makna sebenarnya di balik ungkapan kontroversial ini?

Menurut Anies, Indonesia memerlukan pemimpin yang fokus pada pemberantasan korupsi dan penegakan hukum yang adil. Ia menyoroti ketimpangan hukum yang tengah terjadi, di mana kekuasaan dianggap sebagai pengatur hukum, bukan menjalankan hukum itu sendiri.

"Saat ini, kita di persimpangan jalan antara tetap menjadi negara hukum, di mana kekuasaan dikendalikan oleh hukum. Atau kita menjadi negara kekuasaan, di mana hukum diatur dan dikendalikan oleh penguasa," ungkapnya dalam sesi debat capres seperti dilansir oleh Bloomberg Technoz.

Dalam serangkaian komentarnya, Anies juga menyoroti isu etika politik dan kebebasan berpendapat yang dinilainya sedang mengalami penurunan drastis. Anies menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh lagi merasa takut untuk bersuara.

Capres nomor urut 1, Anies Baswedan saat debat perdana di Kantor KPU, Selasa (12/12/2023). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Makna Di Balik "Wakanda no more, Indonesia forever"

Mengapa Anies menggunakan istilah "Wakanda" dalam pernyataannya? Menurutnya, ini adalah simbol dari kemunduran, kebijakan yang kurang bijak, serta pembatasan kebebasan berpendapat. Wakanda, dalam konteks ini, menggambarkan segala stigma buruk yang ingin ia gugurkan dari Indonesia.

Anies mengklaim bahwa upaya ini sejalan dengan komitmen untuk membuka ruang lebih luas bagi kebebasan berpendapat, khususnya bagi generasi muda. Melalui platformnya, ia pernah menyuarakan pentingnya menjaga kebebasan berekspresi dan menyebutnya sebagai komitmen untuk menjaga esensi demokrasi di Indonesia.

"Wakanda" Sebagai Metafora Kritis

Secara luas, istilah "Wakanda" telah menjadi semacam kode bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah dan perilaku yang dianggap merugikan. Bukan hanya sekadar plesetan kata "Indonesia," tetapi lebih merupakan perlawanan atas segala bentuk ketidakadilan dan keterbatasan kebebasan berekspresi.

Selain "Wakanda," masyarakat juga menggunakan sejumlah istilah lain seperti "negara +62," "negara berflower," dan "negara Konoha" sebagai metafora dalam menyuarakan ketidakpuasan terhadap keadaan yang dianggap tidak adil.

Reaksi Publik Terhadap Pesan Anies

Pernyataan Anies Baswedan menuai beragam reaksi dari publik. Ada yang mendukung langkahnya dalam membuka ruang lebih luas bagi kebebasan berpendapat, sementara sebagian lain mengkritik penggunaan metafora yang dinilai kurang tepat.

Debat capres 2024 menutup dengan pesan tajam yang disampaikan Anies Baswedan. Sementara makna sebenarnya dari ungkapan "Wakanda no more, Indonesia forever" masih menjadi sorotan, pesan untuk menciptakan Indonesia yang lebih adil dan bebas tetap menggema.

(seo)