Fitur pertama adalah Take Profit dan Stop Loss yang memungkinkan trader mengatur target keuntungan serta batas kerugian secara otomatis. Dengan mekanisme ini, posisi dapat tertutup sesuai rencana tanpa harus memantau pergerakan harga setiap saat.
Kedua, Adjustable Leverage memberi keleluasaan pengaturan leverage mulai dari 1x hingga 25x. Pengguna dapat menyesuaikan tingkat eksposur sesuai strategi dan profil risiko masing masing.
Selanjutnya terdapat Price Protection yang dirancang untuk melindungi posisi dari slippage ekstrem saat volatilitas meningkat. Tingkat toleransi bisa diatur pada kisaran 0,2 persen, 1 persen, hingga 2,5 persen.
Fitur keempat adalah Initial Margin Buffer atau IM Buffer yang berfungsi sebagai tambahan margin cadangan. Dengan buffer ini, posisi tidak mudah terlikuidasi ketika harga bergerak tajam berlawanan arah.
Terakhir, Stop Order memungkinkan trader menempatkan order otomatis saat harga menyentuh level tertentu berdasarkan analisis teknikal. Strategi ini membantu eksekusi yang lebih terencana tanpa harus terus menerus memantau pasar.
Mengutip data Coinglass, saat harga BTC sempat turun ke level USD 60 ribu pada 6 Februari 2026, pasar kripto mengalami gelombang likuidasi hingga USD 4,85 miliar. Pada saat yang sama, indeks fear and greed merosot ke angka 6, menjadi salah satu titik terendah di awal tahun ini.
Iskandar menilai kondisi pasar seperti ini justru menegaskan pentingnya edukasi dan pengelolaan risiko. Ia mengingatkan bahwa derivatif kripto termasuk kategori investasi high risk high return.
“Trading derivatif crypto memberikan fleksibilitas bagi trader di berbagai kondisi pasar, bisa mengambil posisi long jika yakin harga naik, atau posisi short jika menilai harga akan turun. Namun perlu diingat bahwa ini masuk ke dalam kategori produk investasi high risk high return, maka dari itu, selain terdapat fitur untuk manajemen risiko, menganalisis kondisi pasar dan menambah informasi juga sangat penting. Semua informasi mengenai kondisi pasar dan tips trading derivatif crypto kami berikan lewat platform edukasi Pintu Academy dan Pintu News,” tutup Iskandar.
Dengan volatilitas yang masih tinggi, disiplin strategi dan pemahaman risiko menjadi kunci utama bagi pelaku pasar dalam memanfaatkan peluang di instrumen derivatif kripto.
(tim)





























