"Karena ini soal sensitif soal bantuan, Pak Ketua. Yang kami bangun maupun yang BNPB bangun, saran kami sebaiknya harganya dan spek-nya sama. Sehingga kita menjaga perasaan-perasaan tidak enak dari satu sama lain," terangnya.
Di sisi lain, ia melaporkan hasil penggalangan dana yang telah dilakukan bersama pihak swasta. Hingga saat ini, ia mengklaim telah terkumpul komitmen pembangunan sebanyak 2.603 unit rumah
Ara pun meminta izin untuk kembali melakukan penggalangan dana agar proses pembangunan bisa dipercepat. Menurutnya, yang terpenting bagi masyarakat korban bencana adalah rumah segera terbangun, terlepas dari sumber pendanaannya.
Ia berharap sebelum Lebaran sudah ada ratusan unit rumah yang dapat dihuni.
"Jadi bayangkan, kita sudah [selesai pembangunannya] sebelum Lebaran mudah-mudahan sudah ratusan yang bisa dihuni," pungkasnya.
Sebagai catatan, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengeklaim bahwa pihaknya telah membangun sebanyak 28.236 unit huntara (hunian sementara), atau sekitar 74% dari total rumah rusak berat di Aceh, sedangkan 9.996 unit lainnya mendapatkan bantuan Dana Tunggu Hunian.
Sebagai informasi, tercatat 38.169 unit rumah rusak berat akibat bencana alam yang terjadi di bumi Serambi Makkah tersebut.
"Pelaksanaan huntara yang kami jalankan sesuai dengan arahan BNPB. Saat ini lokasi yang telah ditetapkan BNPB berada di Aceh Tamiang dan Bener Meriah. Kami juga telah berkomunikasi intensif dengan para bupati setempat." kata Dody saat rapat koordinasi pemulihan bencana di Aceh, Selasa (30/12/2025).
"Prioritas saat ini berada di Aceh Tamiang karena kesiapan lahan sudah terpenuhi. Dalam dua hari terakhir telah kami kerjakan pematangan lahan, dan hari ini mungkin satu blok contoh huntara sudah dapat berdiri."
Berdasarkan data penanganan huntara Kementerian PU per 28 Desember 2025 pukul 08.00, tercatat jumlah rumah rusak berat di 3 provinsi terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor mencapai 47.149 unit.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 29.542 unit atau sekitar 62,7% ditangani melalui pembangunan huntara, sementara 17.057 unit sisanya dibantu melalui skema Dana Tunggu Hunian.
(ell)




























