Dalam riset tersebut Sinarmas juga memberikan catatan, secara historis, IHSG cenderung bergerak sideways. Alasannya, investor biasanya lebih risk–off jelang libur panjang, apalagi saat bursa domestik tutup sementara pasar global tetap berjalan.
Namun, “Investor tetap bisa memanfaatkan momentum ini dengan selektif akumulasi, khususnya di sektor telekomunikasi yang berpotensi menikmati kenaikan trafik data dan transaksi digital,” jelas Sinarmas, mengutip Rabu (18/2/2026).
Saham–saham pilihannya, saham JSMR, CMNP (Jalan Tol), saham AKRA (Logistik) , saham ASSA, dan saham WEHA (Transportasi dan Logistik).
Saham consumer goods potensial, saham ICBP, INDF, MYOR, UNVR, dan saham AMRT. Saham telekomunikasi, saham TLKM, EXCL, dan saham ISAT (Provider Internet). Juga saham TOWR, TBIG, dan saham MTEL (Menara Telekomunikasi).
Khususnya pada kategori kebutuhan rumah tangga. Pola musiman ini umumnya berdampak positif terhadap volume penjualan
papar Phintraco.
Menelisik lebih jauh pada saham Unilever (UNVR), Ke depan, menyitir riset Phintraco Sekuritas, UNVR berpotensi mencatatkan kinerja yang lebih menarik pada Kuartal I–2026 seiring banyaknya momentum hari besar keagamaan seperti Ramadan, Imlek, dan Nyepi yang historis mendorong peningkatan konsumsi.
Namun memang, efektivitasnya tetap perlu dicermati mengingat daya beli masyarakat yang masih menghadapi tekanan, sehingga keberlanjutan kinerja akan sangat bergantung pada kemampuan perusahaan menjaga strategi harga, inovasi produk, dan stabilitas volume di tengah dinamika konsumsi domestik.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
Sebagai salah satu acuan, berikut rekomendasi saham, dan juga target harga saham pilihan memanfaatkan momentum Ramadan berdasarkan konsensus Bloomberg, mengutip data per 18 Februari 2026.
JSMR
- Buy: 16 analis
- Hold: 2
- Sell: 0
Target harga 12 Bulan ke depan: Rp4.966/saham
Terbaru, Farah Rahmi Oktaviani, analis Mandiri Sekuritas, memberikan rekomendasi buy saham JSMR dengan target harga Rp5.800/saham. Selanjutnya Jonathan Mardjuki, analis CLSA menyematkan rekomendasi beli saham JSMR dengan target Rp5.100/saham.
AKRA
- Buy: 20 Analis
- Hold: 1
- Sell: 0
Target harga 12 Bulan ke depan: Rp1.545/saham
Terbaru, Henry Tedja, analis Mandiri Sekuritas memberikan rekomendasi buy saham AKRA dengan target harga Rp1.600/saham. Sama optimistis, William Simadiputra, analis DBS Bank memberikan rekomendasi buy dengan target harga mencapai Rp1.600/saham.
ASSA
- Buy: 7 Analis
- Hold: 0
- Sell: 0
Target harga 12 Bulan ke depan: Rp1.703/saham
Willinoy Sitorus, analis UOB Kay Hian, menyematkan rating buy saham ASSA dengan target harga Rp1.700/saham. Kemudian Jonathan Mardjuki, analis CLSA, memberikan rekomendasi buy dengan target harga mencapai Rp1.810/saham.
ICBP
- Buy: 33 Analis
- Hold: 1
- Sell: 0
Target harga 12 Bulan ke depan: Rp11.405/saham
Terbaru, Andrianto Saputra, analis Indo Premier Securities, memberikan rekomendasi buy pada saham ICBP dengan target harga Rp12.600/saham. Selanjutnya Adrian Joezer, analis Mandiri Sekuritas, memberikan rekomendasi buy dengan target harga mencapai Rp12.000/saham.
INDF
- Buy: 23 analis
- Hold: 0
- Sell: 0
Target harga 12 Bulan ke depan: Rp9.268/saham
Terbaru, Sandy Ham, analis Verdhana Sekuritas Indonesia, memberikan rekomendasi buy saham INDF dengan target harga Rp11.500/saham. Selanjutnya Andrianto Saputra, analis PT Indo Premier Securities menyematkan rekomendasi beli saham INDF dengan target Rp11.200/saham.
MYOR
- Buy: 23 Analis
- Hold: 2
- Sell: 0
Target harga 12 Bulan ke depan: Rp2.765/saham
Terbaru, Willinoy Sitorus, analis UOB Kay Hian memberikan rekomendasi buy saham MYOR dengan target harga Rp2.770/saham. Lebih optimistis, Inggrid Gondoprastowo, analis Mandiri Sekuritas memberikan rekomendasi buy dengan target harga mencapai Rp2.900/saham.
UNVR
- Buy: 14 Analis
- Hold: 11
- Sell: 5
Target harga 12 Bulan ke depan: Rp2.420/saham
Baruna Arkasatyo, analis CGS International, menyematkan rating add saham UNVR dengan target harga Rp2.480/saham. Kemudian Lakshmi Rowter, analis Citi, memberikan rekomendasi buy dengan target harga mencapai Rp2.700/saham.
AMRT
- Buy: 30 Analis
- Hold: 1
- Sell: 0
Target harga 12 Bulan ke depan: Rp2.520/saham
Terbaru, Marissa Putri, analis Macquarie, memberikan peringkat outperform pada saham AMRT dengan target harga Rp2.500/saham. Selanjutnya Alex Manoonpol, analis UBS, memberikan rekomendasi buy dengan target harga mencapai Rp2.600/saham.
TLKM
- Buy: 30 analis
- Hold: 13
- Sell: 0
Target harga 12 Bulan ke depan: Rp4.010/saham
Terbaru, Arthur Pineda, analis Citi, memberikan rekomendasi buy saham TLKM dengan target harga Rp4.000/saham. Selanjutnya Henry Tedja, analis Mandiri Sekuritas menyematkan rekomendasi beli saham TLKM dengan target Rp4.000/saham.
EXCL
- Buy: 17 Analis
- Hold: 8
- Sell: 6
Target harga 12 Bulan ke depan: Rp3.610/saham
Terbaru, Aurelia Amanda Barus, analis Indo Premier Securities memberikan rekomendasi beli saham EXCL dengan target harga Rp5.120/saham. Lebih optimistis, Selvi Ocktaviani, analis BCA Sekuritas memberikan rekomendasi buy dengan target harga mencapai Rp5.500/saham.
ISAT
- Buy: 29 Analis
- Hold: 1
- Sell: 1
Target harga 12 Bulan ke depan: Rp2.824/saham
Kafi Ananta, analis BRI Danareksa Sekuritas, menyematkan rating buy saham ISAT dengan target harga Rp3.000/saham. Kemudian sama potensialnya Chandra Pasaribu, analis Yuanta Investment Consulting, memberikan rekomendasi buy dengan target harga mencapai Rp3.000/saham.
TOWR
- Buy: 23 analis
- Hold: 4
- Sell: 0
Target harga 12 Bulan ke depan: Rp781/saham
Terbaru, Tarra Laurentia, analis BNI Sekuritas, memberikan rekomendasi buy saham TOWR dengan target harga Rp720/saham. Lebih optimistis, Steven Gunawan, analis Valbury Asia Securities menyematkan rekomendasi beli saham TOWR dengan target Rp800/saham.
TBIG
- Buy: 0 Analis
- Hold: 16
- Sell: 4
Target harga 12 Bulan ke depan: Rp1.902/saham
Terbaru, Henry Tedja, analis Mandiri Sekuritas memberikan rekomendasi neutral pada saham TBIG dengan target harga Rp2.000/saham. Senada, Selvi Ocktaviani, analis BCA Sekuritas memberikan rekomendasi hold dengan target harga saham TBIG Rp2.250/saham.
MTEL
- Buy: 23 Analis
- Hold: 5
- Sell: 0
Target harga 12 Bulan ke depan: Rp721/saham
Tarra Laurentia, analis BNI Sekuritas, menyematkan rating buy saham MTEL dengan target harga Rp770/saham. Kemudian Christian Sitorus, analis MNC Sekuritas, memberikan rekomendasi buy dengan target harga mencapai Rp780/saham.
(fad)






























