Logo Bloomberg Technoz

Target 'Cuan' Danantara Hanya Setara Emiten di BEI, Sudah Ideal?

Artha Adventy
18 February 2026 13:55

Warga berjalan di depan gedung Wisma Danantara Indonesia di jalan Jend. Gatot Subroto, Minggu (29/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Warga berjalan di depan gedung Wisma Danantara Indonesia di jalan Jend. Gatot Subroto, Minggu (29/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Target imbal hasil aset atau return on assets (ROA) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) di kisaran 7–8% berada di level yang hampir sama dengan sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI). Target ini sebelumnya merupakan permintaan Presiden Prabowo Subianto untuk lembaga yang saat ini memiliki aset kelolaan hingga US$900 miliar tersebut.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia sejumlah emiten mencatatkan ROA hampir setara target Danantara, seperti PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) mencatat ROA 7,66%, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) 7,63%, dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) 7,45%. PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) membukukan ROA 7,39% dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) sebesar 7,13%.

Sementara itu, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) mencatat ROA 6,88%, PT Blue Bird Tbk (BIRD) 6,84%, PT Elnusa Tbk (ELSA) 6,8%, serta PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) 6,75%. Dengan demikian, target ROA Danantara hanya sedikit di atas atau setara dengan sejumlah emiten mapan tersebut.


Pengamat pasar modal Hendra Wardana menilai, jika dibandingkan dengan emiten seperti Sumber Alfaria Trijaya, Bukit Asam, atau Telkom Indonesia yang ROA-nya berada di kisaran 7%, target Danantara memang terlihat konservatif.

Menurutnya, jika berbicara dari sisi motivasi dan ambisi, dengan aset jumbo serta fokus pada hilirisasi dan proyek strategis, secara teori Danantara berpotensi membidik imbal hasil di atas 10%. Terlebih Danantara dinilai memiliki fleksibilitas investasi, leverage kemitraan global, serta akses pada proyek strategis negara yang lebih luas.