Di sisi lain, kurs dolar Amerika Serikat (AS) juga sedang menguat. Kemarin, Dollar Index (yang mengukur posisi greenback di hadapan enam mata uang utama dunia) terapresiasi 0,21% ke 97,115.
Indeks tersebut menjadi yang tertinggi sejak 9 Februari atau lebih dari sepekan terakhir.
Emas adalah aset yang dibanderol dalam dolar AS. Ketika mata uang Negeri Paman Sam menguat, maka emas menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lainnya.
Analisis Teknikal
Lantas bagaimana prediksi gerak harga emas untuk hari ini, Rabu (18/2/2026)? Apakah akan ada koreksi tiga hari berturut-turut?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih berada di zona netral. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 50.
Sedangkan indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 7. Sudah jauh di bawah 20 yang berarti tergolong sangat jenuh jual (oversold).
Untuk perdagangan hari ini, harga emas berpeluang naik. Maklum, koreksinya sudah lumayan dalam sehingga memunculkan potensi technical rebound.
Target resisten terdekat adalah US$ 4.968/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 10. Dari sini, harga emas berpotensi menuju rentang US$ 4.981-4.996/troy ons.
Andai bisa melewati pivot point di US$ 5.000/troy ons, maka harga aset ini bisa saja menguat lebih lanjut dengan target resisten terjauh di US$ 5.109/troy ons.
Namun kalau harga emas ternyata turun lagi, maka US$ 4.849/troy ons bisa menjadi target support terdekat. Jika tertembus, maka bisa longsor ke level US$ 4.777-4.707/troy ons.
(aji)
























