“Posisi kami jelas: keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace sepenuhnya dipandu oleh Piagam PBB, visi Solusi Dua Negara, serta Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 (2025),” ujar Sugiono seperti dikutip dari siaran pers Kementerian Luar Negeri, Selasa (17/2).
Lebih lanjut, ia kembali menegaskan komitmen Indonesia untuk menggunakan berbagai platform dan mekanisme multilateral yang tersedia guna mendorong solusi yang adil dan berkelanjutan bagi perjuangan rakyat Palestina. Indonesia, menurutnya, yakin bahwa sistem multilateral adalah pilar utama dalam menjaga perdamaian dan menegakkan hukum internasional.
Sementara itu, Guterres mengapresiasi kehadiran Sugiono di New York dan komitmen Indonesia yang secara konsisten mendukung perdamaian di Palestina.
Lebih lanjut, ia juga menyampaikan keprihatinannya terhadap situasi di Tepi Barat yang secara terang-terangan melanggar hukum internasional dan resolusi PBB terkait. Oleh karenanya, ia menilai penting bagi negara-negara Muslim, termasuk Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, untuk memainkan peran konstruktif dalam Board of Peace.
Selain membahas isu Palestina, kedua pihak juga bertukar pandangan mengenai perkembangan situasi keamanan dan pembangunan global, termasuk berbagai isu strategis di kawasan. Dalam konteks ini, Guterres memandang Indonesia sebagai mitra kunci dalam penguatan sistem multilateral.
(red)























