Logo Bloomberg Technoz

Dalam pengelolaan portofolio, Pandu menekankan sekitar 50% dana akan dialokasikan ke instrumen public-like investment sebagai bagian dari alokasi aset strategis, baik melalui obligasi maupun saham publik.

Untuk investasi di pasar saham, Danantara akan memilih perusahaan dengan fundamental baik, valuasi yang terjaga, serta likuiditas tinggi.

“[Hal] yang penting kan masuk ke public equity itu kita harus perusahaan yang bagus, fundamental yang baik, valuasi yang baik, dan juga likuid, terus likuid,” kata Pandu.

Target ROA 7% sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam arahannya pada Indonesia Economic Outlook 2026, Jumat (13/2/2026).

Prabowo juga menilai kinerja awal Danantara menunjukkan hasil positif meski baru berjalan efektif sekitar lima bulan pertama.

Dia menyebut reformasi dan efisiensi yang dilakukan telah menghasilkan capaian empat kali lipat dibandingkan dengan 2024 dan meminta agar capaian tersebut terus ditingkatkan dengan target ROA 7%.

“Ini luar biasa [kinerja Danantara], tapi harus dikejar, saya menuntut return on asset 7% lah,” kata Prabowo.

Fokus Investasi

Dalam kesempatan yang sama, CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani memaparkan arah investasi 2026 yang mencakup hilirisasi, pengembangan waste to energy (WtE), penguatan kemitraan global, serta proyek Kampung Haji di Arab Saudi.

Pemerintah tengah mempercepat proyek WtE yang menargetkan pengelolaan sekitar 60 juta ton sampah per tahun.

Tahap pertama telah dimulai sejak November lalu dan tahap kedua direncanakan berjalan pada Maret di sekitar tujuh kota, dengan total nilai investasi sekitar Rp84 triliun.

Selain itu, Danantara akan mengembangkan fasilitas caustic soda dengan nilai investasi Rp13,4 triliun untuk mendukung hilirisasi industri.

Pengembangan pusat data bersama operator global juga disiapkan dengan investasi sekitar Rp21 triliun.

Di sektor kemitraan internasional, Danantara merencanakan kerja sama agrikultur dengan Australia dengan nilai investasi sekitar Rp84 triliun.

Untuk proyek Kampung Haji, lokasi pengembangan disebut berjarak sekitar 2,5 kilometer dari Masjidil Haram, dengan tambahan lahan sekitar 600 meter dari kawasan tersebut.

Adapun pekan depan, Sekitar 10 proyek hilirisasi dijadwalkan memasuki tahap pembangunan dalam waktu dekat, termasuk proyek dimetil eter (DME) berbasis gasifikasi batu bara yang melibatkan PT Bukit Asam Tbk (PTBA).

Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menyampaikan proyek-proyek tersebut merupakan bagian dari total 21 proyek hilirisasi yang tengah disiapkan dengan nilai investasi mendekati Rp500 triliun.

Dia menjelaskan, pada pekan sebelumnya Danantara telah melaksanakan groundbreaking enam proyek, dan pekan depan akan kembali melakukan peletakan batu pertama untuk sekitar 10 proyek tambahan.

Salah satu proyek yang akan segera dimulai adalah pengembangan DME melalui skema gasifikasi batu bara bersama PTBA sebagai bagian dari program hilirisasi energi nasional.

Pada pekan sebelumnya, Danantara telah memulai pembangunan sejumlah proyek, antara lain smelter aluminium baru dan smelter grade alumina refinery (SGAR) 2 di Mempawah, Kalimantan Barat.

Groundbreaking juga dilakukan untuk pabrik bioetanol Glenmore fase I di Banyuwangi serta fasilitas biorefinery penghasil bioavtur di Cilacap, Jawa Tengah.

Selain itu, Danantara juga memulai pembangunan proyek peternakan unggas terintegrasi di sejumlah daerah, yakni Malang, Gorontalo Utara, Lampung Selatan, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Barat.

Di sektor lain, groundbreaking turut dilakukan untuk pembangunan pabrik garam di Sampang, Madura, serta kawasan Manyar dan Segoromadu 2 di Gresik.

(art/wdh)

No more pages