Ringgit menguat 0,1% terhadap dolar AS di level 3,90, mempertahankan kenaikannya setelah data dirilis pada pukul 12 siang.
Malaysia muncul sebagai salah satu negara berkinerja terbaik di Asia Tenggara pada 2025, dengan fundamental ekonomi yang kuat dan dorongan reformasi pemerintah yang memfasilitasi lonjakan investasi di sektor pusat data yang sedang berkembang pesat. Bersama Singapura dan Vietnam, Malaysia juga berhasil mengatasi dampak negatif tarif tinggi AS dan gangguan perdagangan global.
"Kami memperkirakan revisi ke atas, tetapi angka ini melampaui ekspektasi," kata ekonom Oversea-Chinese Banking Corp, Lavanya Venkateswaran. "Ekonomi Malaysia dalam posisi yang menguntungkan, memanfaatkan angin segar dari faktor eksternal, sambil menikmati hasil reformasi domestik."
Pemerintah semakin optimistis terhadap prospek Malaysia, mengandalkan permintaan domestik yang tangguh dan tren kecerdasan buatan untuk mendorong pertumbuhan di tengah ketidakpastian eksternal.
Bank sentral memandang pengeluaran rumah tangga akan diuntungkan dari dukungan berkelanjutan dari pertumbuhan lapangan kerja dan upah, serta langkah-langkah kebijakan pemerintah. Tingkat pengangguran tetap di level terendah dalam 11 tahun pada Desember. Kemajuan lebih lanjut dari proyek-proyek multi-tahun akan mendorong aktivitas investasi.
Di sisi eksternal, kata BNM, pertumbuhan ekspor akan didukung oleh permintaan global yang stabil, terutama untuk barang-barang elektronik dan listrik. Pertumbuhan juga akan didukung oleh peningkatan aktivitas pariwisata.
Median dalam survei Bloomberg News memperkirakan ekonomi Malaysia akan tumbuh 4,5% pada tahun 2026. Angka ini menandai batas atas dari kisaran perkiraan pertumbuhan resmi 4%-4,5%, meski bank sentral mungkin merevisi proyeksi tersebut saat menerbitkan laporan tahunannya pada akhir Maret.
Menurut BNM, ringgit akan terus didukung oleh fundamental domestik yang tangguh. Upaya terkoordinasi oleh pemerintah dan bank sentral akan terus mendorong arus dua arah yang sehat di pasar keuangan domestik. Ringgit Malaysia menjadi mata uang berkinerja terbaik di Asia dalam 12 bulan terakhir, menguat lebih dari 14% terhadap dolar AS.
BNM memperkirakan inflasi pada 2026 tetap moderat di tengah pelonggaran kondisi biaya global yang berkelanjutan. Reformasi kebijakan domestik yang diterapkan pada 2025, seperti subsidi bahan bakar yang ditargetkan dan perluasan pajak penjualan dan jasa, diperkirakan hanya memiliki "dampak moderat" terhadap tekanan harga tahun ini.
Keuangan Malaysia juga menunjukkan tanda-tanda perbaikan seiring pemerintah meningkatkan pengumpulan pajak dan memangkas subsidi.
Menteri Komunikasi Fahmi Fadzil dalam konferensi pers terpisah pada Jumat mengatakan bahwa defisit fiskal negara tersebut menyempit menjadi 3,7% dari PDB pada 2025, lebih rendah dari target 3,8%.
(bbn)































