Logo Bloomberg Technoz

Saran Ketika Kesulitan Cetak Fisik

Sebagai antisipasi, pihak Pegadaian menyarankan nasabah untuk tetap mengikuti tenor cicilan yang dipilih sejak awal agar proses distribusi emas fisik lebih lancar, terutama di tengah tren kenaikan harga emas yang memicu munculnya permintaan.

"Iya, sebetulnya kalau misalkan mengikuti angsuran, misalkan Ibu ambil 6 bulan atau 12 bulan, itu pasti udah ada barangnya.

"Kalau misalkan sekarang ini paling kita sih saranin ambilnya yang tenornya agak panjang dulu aja, misal 12 bulan. Iya, takutnya kalau ada keterlambatan karena permintaan kita lagi terlalu banyak ya. Semenjak kenaikan emas ini tuh... masuk itu banyak banget. Jadi agak terkendala itu aja sih, pengirimannya," katanya.

Tidak hanya cicilan emas, layanan tabungan emas yang ingin dicetak menjadi emas fisik juga mengalami antrean. Proses cetak fisik bahkan bisa memakan waktu hingga sekitar satu bulan."Misalkan nasabah dari Tabungan Emas, saldo nasabah mau dicetak. Saldo kan itu ada daftar tunggunya juga. Sekitar 1 bulan. Silakan dapat melakukan pengecekan secara berkala melalui aplikasi Tring! by Pegadaian atau menghubungi Outlet Pegadaian terdekat untuk melakukan konfirmasi mengenai ketersediaan," ungkapnya.

Pegadaian juga mendorong penggunaan aplikasi digital. Nasabah disarankan melakukan pengecekan secara berkala melalui aplikasi Tring! by Pegadaian atau langsung menghubungi outlet Pegadaian terdekat untuk memastikan ketersediaan emas fisik.

"Boleh. Sama nanti Ibu boleh download aja aplikasi Pegadaian Digital. Itu bisa Ibu lihat juga untuk harga Tabungan Emas. Kalau mau pembukaan langsung lewat aplikasi itu lebih murah sekarang. Dari Rp 10.000 udah bisa buka tabungan emas ini," jelasnya.

Di sisi lain, seorang pengunjung yang enggan disebutkan namanya mengaku mempercepat pelunasan cicilan emas tenor enam bulan karena melihat harga emas terus naik. "Aku baru aja melakukan investasi emas, tapi cicilan dengan tenor 6 bulan, emas yang 2 gram, tapi belum tenornya aku cepat lunasin kan karena ngeliat harga lagi tinggi," katanya. 

Namun ia sempat bingung saat hendak mencetak emas mengalami kendala. "Tapi pas mau lunas mau cetak, lho kok bilangnya ga ada stok, aku sampai bingung kemarin. Kayak yaudah dah gw baru sempet ke sini aja minta penjelasan, walau dibilangnya pake aplikasi kan,".

Ia menilai emas tetap menjadi instrumen investasi menarik karena relatif stabil dan mudah dicairkan, terutama sebagai dana darurat.

"Ya sebagai dana darurat juga investasi emas, kan lebih mudah ya, kalau pasar lagi tinggi, ya bisa jual lebih tinggi, kalau nggak ya kita simpan dulu kan ya," ungkapnya.

Kenaikan harga emas yang terus terjadi dinilai menjadi salah satu faktor meningkatnya minat investasi masyarakat, baik melalui cicilan maupun tabungan emas digital. Namun di sisi lain, lonjakan permintaan tersebut juga memicu tantangan distribusi emas fisik, sehingga nasabah diimbau memahami mekanisme layanan serta memantau ketersediaan emas secara berkala melalui kanal resmi Pegadaian.

(dec/spt)

No more pages