Dia menargetkan seluruh proses penggabungan bisnis non-captive PT PIS dapat rampung pada Oktober 2026.
"Masih ada PT Pertamina International Shipping masih ada, karena yang masuk ke subholding downstream ini baru yang captive market," ungkap Simon.
"Kami targetkan untuk yang non-captive market itu pada Oktober 2026 sudah selesai dan semua kita harapkan sudah bisa bergabung semuanya ke subholding downstream," tegasnya.
Sekadar catatan, Pertamina mengumumkan penggabungan tiga anak usahanya yang bergerak di sektor hilir migas resmi rampung dan efektif berlaku pada 1 Februari 2026.
Kini, PT Pertamina Patra Niaga (PPN) menjadi subholding downstream Pertamina.
Simon menyatakan integrasi tersebut bertujuan meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat kepastian pasokan energi nasional, serta meningkatkan daya saing Perusahaan.
Dia meyakini dengan sistem yang terintegrasi, koordinasi antarfungsi berjalan lebih cepat, pengambilan keputusan lebih efektif, dan investasi yang lebih optimal.
“Di tengah perubahan geopolitik, tuntutan transisi energi, dan persaingan global yang makin ketat. Indonesia membutuhkan Pertamina yang lincah, kuat, dan terintegrasi,” kata Simon dalam keterangan tertulis, Rabu (5/2/2026) malam.
“Ketika kilang, distribusi, dan logistik serta pemasaran bekerja sebagai satu sistem, kita dapat menghilangkan redundansi, mempercepat layanan, dan menghadirkan pasokan energi yang andal dari Sabang sampai Merauke,” ujar Simon.
Dengan terintegrasinya rantai pasok hilir, Pertamina bakal memastikan ketersediaan energi di berbagai wilayah makin andal, aksesibilitas yang semakin menjangkau seluruh pelosok negeri, produk energi akan makin dapat memenuhi kebutuhan masyarakat serta lingkungan, serta harga diharapkan semakin kompetitif.
Pertamina juga memastikan integrasi bisnis yang dilakukan tersebut tidak akan mengganggu pelayanan ke masyarakat, maupun memengaruhi mitra bisnis dan pekerja.
Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menambahkan merger tiga anak usaha Pertamina tersebut bakal membuat penyediaan energi semakin handal melalui peningkatan kolaborasi lintas divisi.
"Integrasi bisnis hilir berlaku per 1 Februari 2026 ini bukan sekadar perubahan organisasi, melainkan upaya penguatan fondasi untuk menjadikan Pertamina sebagai soko guru bangsa dalam penyediaan energi,” ujar Baron.
Dengan proses bisnis yang lebih efisien dan terintegrasi, kami memastikan pelayanan energi kepada masyarakat Indonesia semakin optimal dan tangguh dalam menghadapi tantangan global," lanjut dia.
(azr/wdh)































