Dudy bilang, kementerian perhubungan juga melakukan Ramp Check atau uji kelayakan, persiapan sarana prasarana yang berkaitan dengan moda transportasi baik darat, laut, dan udara serta kereta api.
“Serta juga sarana jalan, baik itu jalan tol maupun dengan jalan arteri nasional. Ini kami koordinasikan dengan Kementerian PU agar masyarakat yang melintasi kedua jalan tersebut dapat berjalan dengan aman dan nyaman.” lanjutnya.
Diberitakan sebelumnya, Pemerintah kembali menggelontorkan berbagai stimulus transportasi pada periode libur Idulfitri 1447 Hijriah. Pemerintah menargetkan sebanyak 6 juta pengguna moda transportasi akan dapat menikmati stimulus tersebut.
“PT Kereta Api, itu untuk perjalanan periode tanggal 14 sampai dengan 29 Maret 2026 diberikan diskon tarif sebesar 30%. Sekali lagi 30% dari harga tiket. Targetnya 1,2 juta penumpang.” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto, Selasa (10/2/2026).
“Kemudian angkutan laut, PT Pelni, untuk periode 11 Maret sampai dengan 5 April, diskon tarif sebesar 30% dari tarif dasar dan targetnya 445.000 penumpang.”
Untuk angkutan penyeberangan atau ASDP, pemerintah memberikan diskon tarif 100% dari jasa kepelabuhan. Target penerima manfaat ini adalah 945.000 unit kendaraan dan 2,4 juta penumpang.
“Angkutan udara untuk periode 14 sampai 29 Maret 2026 dengan diskon tarif antara 17-18% untuk kelas ekonomi dan perjalanan dalam negeri. Targetnya 3,3 juta penumpang.” lanjut Airlangga.
Airlangga membeberkan, diskon tiket pesawat ini diperoleh dari PPN Ditanggung Pemerintah dan juga biaya jasa angkasa pura yang ditanggung sebesar 50% oleh pemerintah.
Airlangga bilang, untuk stimulus transportasi tahun ini pemerintah telah menggelontorkan dana sebesar Rp911,16 miliar. Pendanaan dari stimulus ini berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Non-APBN.
(ell)





























